Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibu Mahasiswa IAIN Bone yang Tewas Usai Diksar Mapala: Tidak Ada Sekali Sifat Kemanusiaannya

Tewasnya Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone, Irsan (19) menyisakan duka yang mendalam di hati keluarganya, terutama sang ibu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Ibu Mahasiswa IAIN Bone yang Tewas Usai Diksar Mapala: Tidak Ada Sekali Sifat Kemanusiaannya
Tribunnews.com/Net
Ilustrasi tewas - Ibu Mahasiswa IAIN Bone yang Tewas Usai Diksar Mapala: Tidak Ada Sekali Sifat Kemanusiaannya 

TRIBUNNEWS.COM - Tewasnya mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone, Bone bernama Irsan (19) menyisakan duka yang mendalam di hati keluarganya, terutama sang ibu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irsan tewas setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (mapala) kampusnya.

Hasil visum mengungkap korban mengalami kekerasan fisik.

Ibu korban, Hasirah mengaku tindak kekerasan yang menimpa anaknya sungguh tidak memiliki sifat kemanusiaan.

"Tidak ada sekali sifat kemanusiaannya," ucapnya.

Baca juga: Seorang Mahasiswa Diduga Dianiaya hingga Tewas saat Ikuti Diksar Mapala, 16 Orang jadi Tersangka

Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (15/3/2021)
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (15/3/2021) (TRIBUN TIMUR/KASWADI)

Saudara korban, Irmawati mengatakan, Irsan berangkat Diksar pada Jumat (5/3/2021).

Ia baru kembali dari Diksar pada Sabtu (13/3/2021) pukul 00.00 Wita.

Rekomendasi Untuk Anda

Irmawati menerangkan, korban pulang ke rumah dalam kondisi lemas. Ditemukan banyak luka di tubuhnya.

"Memar dan lebam. Bengkak badannya. Kuku ibu kakinya juga terkelupas," katanya Senin (15/3/2021).

Selama beberapa hari terakhir, kata Irmawati, Irsan hanya bisa terbaring. Kondisi tubuhnya menurun.

Irsan sempat dibawa ke rumah sakit pagi tadi sekira pukul 07.30 Wita. Namun, nyawanya tak tertolong. Irsan menghembuskan napas terakhir pukul 11.00 Wita.

Irmawati menyebut, dari hasil pemeriksaan dokter, luka yang dialami Irsan diduga karena tindak kekerasan. Ditambah, Irsan kekurangan cairan.

Meski begitu, pihak keluarga enggan melaporkan kejadian ini ke polisi. Mereka mengaku ikhlas atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Lamar Kekasih dalam Kampus, Dua Mahasiswa asal Pakistan Dikeluarkan dari Kampus

Sudah ada 19 Tersangka

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf (TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR)

Jumlah tersangka kasus penganiayaan peserta pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone bertambah 3 orang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas