Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aksi Heroik Satpam Sesaat Sebelum Terjadinya Bom di Gereja Katedral

Anggota sekuriti Gereja Katedral Makassar menjadi salah satu korban bom bunuh diri yang meledak di gereja tersebut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Aksi Heroik Satpam Sesaat Sebelum Terjadinya Bom di Gereja Katedral
Kompastv.com https://www.youtube.com/watch?v=qbntM9kvSBw
Ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pukul 10.30 WITA. Dicurigai, pelaku berjumlah dua orang membawa motor 

Penjelasan Saksi Mata

Laele (56 tahun) dan istrinya, selamat dari ledakan bom bunuh diri di Makassar.

Diketahui, terjadi ledakan diduga bom bunuh diri di Makassar, tepatnya di depan Gereja KatedraJl Kajaolalido Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), pagi.

Laele (56 tahun), tak menyangka, perjalanan bersama istri pulang ke rumahnya di Jl Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pukul 10.19 Wita, berujung kejutan dan luka.

"Saya pas pulang terapi air laut dari Pantai dekat benteng, pulang lewat Jl Kajaolalido, pas depan katedral ada banyak orang dan langsung meledak," kata Laele, sekitar 61 menit usai ledakan bom di depan gerbang utama Katedral Makassar, Jl Kajaolalido, Karebosi, Makassar, sekitar pukul 10.20 wita.

Laele merupakan penyuluh agama level kelurahan di Mamajang, Makassar,

Sedikitnya 2 korban meninggal. Ada 10 korban luka.

Rekomendasi Untuk Anda

Satu pelaku bom dan warga yang kebetulan berada di depan gerbang Katedral.

Laele termasuk satu korban luka ringan. saat ledakan bom terjadi dia melintas pelan-pelan.

Laele membonceng di motor yang dikendarai istrinya, Sitti Naima, (39 Tahun).

"Saya belum bisa bawa motor karena sakit, jadi istri yg bonceng," ujar warga Lorong VIII Jl. Veteran Selatan Lr. 8 No. 3B Kec. Mamajang Makassar.

Kepada Tribun, Laele bercerita, motor yang dikendarai istrinya hanya kecepatan minim.

"Pelan-pelan sekali. Pas lewat Jl Kartini, karena ada mobil dan banyak orang, saya bilang pelan-pelan. baru bicara langsung meledak."

Dia mengaku trauma dan kaget bukan kepalang.

Dia mengaku mendengar ledakan besar diikuti api dan asap.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas