Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dalam Waktu 11 Hari, Pemuda Ini Bunuh 2 Teman Wanitanya, Korban Dicekoki Minuman Bersoda & Obat Flu

Seorang pemuda di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nekat menghabisi nyawa dua teman wanitanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dalam Waktu 11 Hari, Pemuda Ini Bunuh 2 Teman Wanitanya, Korban Dicekoki Minuman Bersoda & Obat Flu
Net
Seorang pemuda di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nekat menghabisi nyawa dua teman wanitanya. Pelaku melakukan aksi kejinya itu dalam selang waktu 11 hari. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nekat menghabisi nyawa dua teman wanitanya.

Pelaku melakukan aksi kejinya itu dalam selang waktu 11 hari.

Para korbannya dicekcoki minuman bersoda dan obat flu.

Korban pertama diketahui bernama Dessy Sri Diantary (DSD) (21), warga Kalurahan Gadingan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Mayat DSD ditemukan di Wisma Sermo, Pengasih, Kulon Progo, Selasa (23/3/2021).

Selang 11 hari kemudian, warga di komplek wisata Pantai Glagah kembali digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita muda pada Jumat (2/4/2021) malam.

Mayat tersebut diketahui berinisial Takdir Sunariati (TS) umur 21 tahun.

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Wanita Muda Dicekoki Minuman Bersoda dan Obat Flu

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ditemukan, TS mengenakan kaos biru, baju biru kotak biru putih kecil-kecil, celana panjang kain biru gelap dan sepatu kuning bergaris hitam.

Korban juga menggunakan kaki kiri palsu.

Nurma Andika Fauzy (NAF) adalah pelakunya. Pria berusia 21 tahun tersebut melancarkan aksinya di dua lokasi berbeda.

Yakni di Wisma Sermo dengan korban Dessy Sri Diantary (22) pada Selasa (23/3/2021).

Kemudian hanya berselang beberapa hari, Takdir Sunariati (21) direnggut nyawanya di Dermaga Wisata Pantai Glagah, Kulon Progo pada Jumat (1/2/20201) malam.

Takdir Sunariati, atau akrab disapa Dadik dikenang sebagai sosok yang periang.

Namun sejak sepekan terkahir, kakak Dadik, Noviani mengamati adanya perubahan perilaku.

"Orangnya ceria, sukanya nyanyi-nyanyi. Tapi kemarin itu diam tidak seperti biasanya. Memang beda (waktu di rumah) tapi kalau di (tempat) kerjaan katanya ceria. Tidak seperti biasanya," ucap Noviani saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Dusun Paingan, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Sabtu (3/4/2021).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas