Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Insiden Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu: 15 ABK Selamat, 15 Lainnya Hilang, Ada Kejanggalan

Kapal MV Barokah Jaya dengan MV Habco Pioneer terlibat kecelakaan di Perairan Indramayu, (Sabtu 3/4/2021).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Insiden Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu: 15 ABK Selamat, 15 Lainnya Hilang, Ada Kejanggalan
abcoprimatama
Kapal Kargo Curah atau Bulker Carrier MV Habco Pioneer. Kapal kargo besar ini ditabrak kapal nelayan Barokah Jaya di Perairan Balongan Indramayu, Sabtu (3/4/2021) pukul 16.45 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM - Kapal MV Barokah Jaya dengan MV Habco Pioneer terlibat kecelakaan di Perairan Indramayu.

15 ABK selamat dan tiba di Pelabuhan Perikanan Pantai Eretan, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Minggu (4/4/2021) malam.

Sementara itu, 15 ABK lainnya masih hilang dan dalam proses pencarian.

Korban selamat yang tiba pukul 18.30 WIB langsung dibawa dengan menggunakan mobil ambulans RS Bhayangkara, Indramayu.

Tabrakan kapal MV Barokah dengan MV Habco Pioneer terjadi (Sabtu 3/4/2021), pukul 16.45.

Kecelakaan itu menyebabkan MV Barokah terbalik lalu tenggelam tak jauh dari sekitar lokasi tabrakan, 60 mil laut utara perairan Indramayu.

Dua dari 17 ABK kapal Barokah yang tenggelam ditemukan sudah dalam keadaan tewas oleh tim pencari.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu, 2 Orang Tewas, 15 Korban Belum Ditemukan

Baca juga: Cari 15 ABK yang Hilang, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Korban Kapal Tabrakan

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga semalam 15 lainnya masih belum diketahui nasibnya.

"Dua korban meninggal ditemukan tim pencari tak jauh dari kapal," ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, di Posko SAR di Desa Eretan Wetan, kemarin.

ABK pertama ditemukan, kemarin pagi, pukul 07.47. ABK kedua ditemukan sekitar pukul 08.00 oleh KM SAR Wisnu. “Kedua ABK belum diidentifikasi,” ujarnya.

Deden mengatakan sejak Minggu pagi tim SAR gabungan telah melakukan pencairan terhadap korban kecelakaan kapal laut di perairan Indramayu.

Pencarian dibagi menjadi tiga area. SAR Unit (SRU) pertama, KN SAR 103 Wisnu, menyisir area pencarian hingga 26,5 NM2 di sekitar area kejadian.

SRU kedua, KM Baru Regem, menyisir area pencarian hingga radius 26,5 NM2 di sekitar area kejadian.

SRU ketiga, RIB 01 Bandung, menyisir area pencarian hingga radius 19,6 NM2 di sekitar area kejadian.

"Ada ratusan personel SAR gabungan dengan sarana serta alat utama sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian," ujar Deden.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas