Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesal Satgas Tak Datang-datang, Keluarga Korban Covid-19 Kuburkan Jenazah Tanpa Prokes

Satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memakamkan jenazah orang meninggal karena Covid-19 dengan tanpa protokol yang berlaku.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kesal Satgas Tak Datang-datang, Keluarga Korban Covid-19 Kuburkan Jenazah Tanpa Prokes
istimewa
Puluhan warga di Buntu Datu Tana Toraja tidak menggunakan APD memakamkan jenazah pasien Covid-19, Rabu (31/3/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, MAKALE-- Satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memakamkan jenazah orang meninggal karena Covid-19 dengan tanpa protokol yang berlaku.

Keluarga berdalih pihaknya kelamaan menunggu tim Satgas Covid-19 yang tak datang-datang sehingga memakamkan jenazah keluarga mereka sendiri.

Peristiwa tersebut sempat direkam kamera dan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Jenazah dimakamkan oleh puluhan warga tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga: Kasus Covid Harian di India Lebih dari 100.000, Diduga karena Pelanggaran Prokes hingga Varian Baru

Jenazah positif Covid-19 disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr Farma.

dr Farma menyebut jenazah positif berdasarkan pemeriksaan tes Swab PCR.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia meninggal pada Selasa (30/3/2021).

"Waktu dirawat negatif, tapi setelah meninggal dan diperiksa kembali hasilnya positif Covid berdasarkan tes PCR," jelas dr Farma.

Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Kondisi Fisiknya Baik

Menurutnya, pihak rumah sakit telah mengingatkan keluarga untuk tidak melakukan kontak atau mendekati jenazah.

Namun keluarga jenazah ngotot dan nekat membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.

"Kami sudah ingatkan agar jangan dulu dibawa pulang, tapi entah bagaimana keluarga tetap membawa jenazah. Tapi kami sudah lakukan pemulasaran jenazah saat itu," ujarnya.

Sementara anak pasien yang meninggal, Kodel mengatakan, pemakaman dilakukan oleh warga lantaran kesal terhadap tim satgas dan pihak RSUD Lakipadada.

Dimana, tim satgas tak hadir di lokasi saat proses pemakaman akan dilakukan pada Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Google Doodle Hari Ini Kembali Ingatkan Pencegahan Covid-19 dengan Bermasker Ganda dan Jaga Jarak

Sedangkan pihak RSUD Lakipadada menyampaikan jenazah positif setelah jenazah sampai di rumah duka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas