Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kru Kapal Selam KRI Nanggala Raditaka Mardyansa Berencana Lamar Pujaan Hati Setelah Lebaran

Sontak kabar tersebut meluluhkan orang tua yang membesarkannya, terlebih Dika merupakan tulang punggung keluarga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kru Kapal Selam KRI Nanggala Raditaka Mardyansa Berencana Lamar Pujaan Hati Setelah Lebaran
TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Foto semasa hidup Kls Isy Raditaka Mardyansah (26) warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban, yang merupakan satu dari 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402, 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Rumah dengan lebar sekitar 7 meter dan panjang 10 meter menjadi saksi hidup Kls Isy Raditaka Mardyansah (26).

Dika sapaan akrab Raditaka Mardyansah, sejak kecil hidup bersama ketiga saudaranya menempati rumah dengan dinding bambu di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Bahkan, rumahnya juga tertempel stiker keluarga penerima manfaat (KPM) Pemkab Tuban, bertuliskan keluarga miskin.

Kabar mengenai KRI Nanggala-402 yang membawa 53 ABK dinyatakan hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 04.25 WIB, cukup membuat getar hati kedua orang tuanya, Mugiyono (56) dan Sutiah.

Terlebih pada Sabtu (24/4/2021), Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Yudo Margono menaikkan status KRI Nanggala-402 dari submiss (hilang) menjadi subsunk (tenggelam).

Ayah Raditaka Mardyansah, Margiyono (56) didampingi perangkat desa setempat, di rumah duka.
Ayah Raditaka Mardyansah, Margiyono (56) didampingi perangkat desa setempat, di rumah duka. ()

Sontak kabar tersebut meluluhkan orang tua yang membesarkannya, terlebih Dika merupakan tulang punggung keluarga.

Sebab, anak pertamanya yang juga anggota TNI berdinas di luar Jawa dan sudah berkeluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dika merupakan tulang punggung keluarga, kakaknya sudah berkeluarga. Jadi kami tinggal sama Dika dan dua adiknya," kata Mugiyono ditemui di rumah duka, Senin (26/4/2021).

Meski bekerja sebagai ojek serabutan, Mugiyono selalu mendidik anaknya untuk disiplin dan jujur.

Hal itu terbukti apa yang ia tanamkan akhirnya dituai juga.

Dika diterima bergabung di TNI-AL, meski jatuh bangun harus dilalui.

Anak keduanya sempat gagal dua kali, dan pada pendaftaran ketiga akhirnya diterima, tepatnya sekitar 2015.

Bahkan, putra kesayangannya itu belum menikah.

Rencananya Dika akan melakukan prosesi lamaran dengan gadis pujaannya setelah Idul Fitri 1442.

"Saya selalu mengajarkan disiplin dan jujur, tidak mulus Dika diterima di TNI, sempat gagal. Memang setelah Idul Fitri rencana mau lamaran," ucapnya didampingi Sutiah yang masih lemas ditinggal anak kesayangannya yang gugur dalam bertugas.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas