Tribun

Berita Populer Hari Ini

POPULER Regional: Pemudik Disuruh Putar Balik | Pengirim Sate Beracun dan Aiptu T Bantah Nikah Siri

Berita populer regional dalam 24 jam terakhir. Ada cerita pemudik yang disuruh putar balik hingga pengirim sate beracun dan Aiptu T bantah nikah siri.

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Gigih
POPULER Regional: Pemudik Disuruh Putar Balik | Pengirim Sate Beracun dan Aiptu T Bantah Nikah Siri
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP/KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Berita populer regional dalam 24 jam terakhir. Ada cerita pemudik yang disuruh putar balik hingga pengirim sate beracun dan Aiptu T bantah nikah siri. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. KKB Kembali Beraksi Lepaskan Tembakan ke Polres Puncak Papua, Ratusan Warga Ketakutan dan Berlindung

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror kepada masyarakat di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua dengan melakukan aksi penembakan ke arah kantor polisi, Kamis (6/5/2021).

Gerombolan pengacau keamanan tersebut melesatkan tiga tembakan ke arah Mapolres Puncak.

"Mereka melepas tembakan tiga kali ke Polres Puncak di Ilaga," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri di Timika, Kamis.

Baca juga: Anggota Komisi I: Pelabelan KKB Sebagai Teroris Sudah Penuhi Unsur dalam UU Tindak Pidana Terorisme

Aparat keamanan, kata Fakhiri, tidak terpancing dengan aksi tersebut dan tidak melepaskan tembakan balasan.

Situasi keamanan di Distrik Ilaga dipastikannya tetap kondusif walau KKB melepaskan tembakan.

Namun, Fakhiri mengatakan, akibat aksi tersebut, ada seratusan warga dari arah Kampung Kimak yang saat ini berada di Kantor Bupati Puncak untuk berlindung.

"Sekitar 100 lebih warga dari arah Kimak saat ini di Kantor Bupati untuk berlindung, mereka takut jadi sasaran tembak KKB," kata Fakhiri.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Nekat Mudik, 34 Travel Gelap Diminta Puter Balik di Karawang

Direktur Jendral Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiadi mengatakan, selama pelarangan mudik berlaku sejak Kamis (6/5/2021) dini hari tadi, setidaknya ada 34 travel gelap yang ditindak.

Adapun penindakan tersebut dilakukan kata Budi di pos penyekatan mudik simpangan Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat.

Keseluruhan travel gelap tersebut langsung diminta pihak kepolisian untuk putar balik, karena ditemui tetap nekat membawa penumpang untuk mudik meski sudah dilarang.

"Kendaraan travel (hingga sore ini) sudah ketangkap di sini sudah ada sekitar 34 travel gelap," kata Budi kepada awak media di Pos Penyekatan Tanjung Pura, Karawang, Kamis (6/5/2021).

Direktur Jendral Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiadi saat memantau proses penyekatan arus mudik di Pos Penyekatan Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021).
Direktur Jendral Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiadi saat memantau proses penyekatan arus mudik di Pos Penyekatan Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). (Rizki Sandi Saputra)

Jalur Tanjung Pura ini sendiri kata Budi merupakan jalur alternatif para pemudik yang kerap dilintasi jika tidak melewati jalan tol, khususnya para pengendara sepeda motor.

"Jalan arteri memang sepeda motor lebih kita fokuskan, selain itu tetap kendaraan pribadi juga (dilakukan penindakan)," ucapnya.

Sementara untuk penindakan sepeda motor kata Dirjen Budi, setidaknya sudah ada 500 pengendara yang diputar balikkan selama penerapan pelarangan mudik diberlakukan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. UPDATE Kasus Sate Beracun di Bantul, Polisi Sebut NA dan Aiptu T Membantah Telah Menikah Siri

Kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus sate beracun di Bantul, Yogyakarta yang menyeret nama Aiptu T.

Sebelumnya tersiar kabar bila NA, si pengirim sate beracun memiliki hubungan spesial dengan Aiptu T.

Aiptu T pun sudah diperiksa penyidik Propam Polda DIY terkait kabar tersebut.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pendalaman keterangan terhadap Aiptu T terus dilakukan jajaran Kepolisian.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) (KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)

Para penyelidik dan penyidik dari Propam Polda DIY masih terus melakukan pengumpulan bukti-bukti terkait kebenaran Aiptu T yang dikabarkan telah menikah siri dengan NA.

"Akan saya sampaikan berkaitan mister T bahwa yang bersangkutan sedang kami dalami. Nantinya kalau terbukti bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran akan ditindak tegas," kata Yuliyanto, saat ditemui di Polda DIY, Kamis (6/5/2021).

Ia menambahkan, pengumpulan bukti-bukti terhadap Aiptu T juga terus dilakukan pihak kepolisian.

"Siapa pun yang melakukan pelanggaran baik itu disiplin, maupun kode etik maka akan kami lakukan penindakan sesuai prosedur," katanya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas