Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penipuan Berkedok Yayasan, Janjikan Uang Miliaran Rupiah Ternyata 19 Kardus Isinya Hanya Kertas

Puluhan korban mengalami kerugian sebesar Rp 4,6 miliar lebih. Itupun belum terhitung untuk seluruh jumlah korban sebanyak 300-an orang lebih.

Penipuan Berkedok Yayasan, Janjikan Uang Miliaran Rupiah Ternyata 19 Kardus Isinya Hanya Kertas
TribunAmbon.com/Mesya Marasabessy
Konferensi Pers Kasus Penipuan oleh Yayasan Anak Bangs di Maluku, Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku mengamankan 19 kardus berisikan kertas kosong.

Kardus-kardus ini menjadi barang bukti kasus penipuan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) Josefa J Kelbulan dan sekretarisnya Lambert Miru.

Dirkrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengatakan, dari hasil pendalaman dan penyelidikan, polisi berhasil menemukan barang bukti tersebut di salah satu rumah di Desa Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

"Barang buktinya terdiri 19 kardus ukuran besar. Tersangka katakan bahwa isi dari kardus ini merupakan miliaran uang yang siap dibagikan kepada korban. Tapi setelah kardus itu dibuka, ternyata semuanya kertas putih yang dimasukkan dalam amplop," kata Harno dalam konferensi pers di Mapolda Maluku, Senin (10/5/2021) siang.

Bbelasan kardus ini rencananya akan dibuka dan dibagikan dalam pertemuan bersama seluruh anggota YAB di Baileo Oikumene, kawasan Karang Panjang Ambon.

Namun, sehari jelang pertemuan itu dilakukan, tersangka kerap beralasan dan berdalih bahwa pihak Polri, TNI maupun Pemprov Maluku yang diundang dalam pertemuan itu tidak bisa hadir karena agenda yang padat.

Baca juga: Dijerat Kasus Penipuan oleh seorang Pengusaha, Lea Elfara Divonis Bebas, Bersyukur Tak Masuk Penjara

"Makanya tersangka bilang tunggu sampai pihak-pihak yang diundang itu bisa hadir dulu baru digelar pertemuan. Padahal, ini akal bulus tersangka untuk lari dari kenyataan," ungkapnya.

Saat ini total 28 korban yang sudah diperiksa.

Diketahui puluhan orang ini mengalami kerugian sebesar Rp 4,6 miliar lebih. Itupun belum terhitung untuk seluruh jumlah korban sebanyak 300-an orang lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Ambon
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas