Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sempat Meratapi Beban Hidupnya, Remaja 18 Tahun Nekat Lukai Lehernya dengan Parang hingga Tewas

Tak kuat menahan masalah hidup, seorang remaja nekat melukai lehernya menggunakan parang hingga tewas.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sempat Meratapi Beban Hidupnya, Remaja 18 Tahun Nekat Lukai Lehernya dengan Parang hingga Tewas
Net
Tak kuat menahan masalah hidup, seorang remaja berinisial MAS alias I (18) nekat melukai lehernya menggunakan parang hingga tewas. 

TRIBUNNEWS.COM - Tak kuat menahan masalah hidup, seorang remaja nekat melukai lehernya menggunakan parang hingga tewas.

Sebelum kejadian, korban sempat meratapi beban hidupnya.

Ia bahkan berkali-kali mengeluh soal kesulitan yang ia alami kepada saudaranya.

Kejadian itu menimpa MAS alias I (18), warga Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Korban nekat melukai lehernya menggunakan parang pada Jumat (28/5/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

I menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Kapolsek Pendopo AKP Heri Widodo menjelaskan sebelum kejadian I mendatangi rumah Dendi Zuriansyah (33), kerabatnya di desa Muara Karang, Pendopo dalam keadaan mengeluh akan kondisi dirinya.

Baca juga: Sujana Tewas Diduga Kekurangan Oksigen Setelah Tertimbun Tanah Galian Sumur

Rekomendasi Untuk Anda

Sesampainya di rumah Dendi Zuriansyah, I disuruh makan.

Namun, setelah makan I kembali mengeluh dan meratapi masalahnya.

Setelah mengeluh, I kembali meminta makan kepada saudaranya tersebut.

Bukan dimakan, I malah mengusapkan makanan tersebut ke wajahnya.

"Setelah mengusapkan nasi ke mukanya I pamit mencuci muka ke dapur, dimana saat menuju dapur dengan spontan korban mengambil parang yang ada di bawah meja dapur dan langsung mengorok lehernya sendiri," Ungkap AKP.Herri Widodo, Sabtu (29/05/2021).

Melihat I menggorok lehernya sendiri Rio dan Karang (Saksi) langsung merebut parang dari tangan I dan kemudian berteriak untuk meminta pertolongan warga.

Saat tiba di rumah Dendi, Dewi ibunda I yang melihat anaknya berlumuran darah sontak langsung memeluk I.

Kemudian warga pun langsung melarikan I ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas