Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno, GMNI Solo Adakan Kaderisasi bagi Anggota

KTD GMNI Solo ini digelar di Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar pada Jumat-Minggu (11-13/6/2021). 

Bulan Bung Karno, GMNI Solo Adakan Kaderisasi bagi Anggota
Ist
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) 

TRIBUNNEWS.COM - Bertepatan dengan bulan lahir Pancasila dan bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Solo menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). 

KTD GMNI Solo ini digelar di Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar pada Jumat-Minggu (11-13/6/2021). 

Ketua pelaksana kegiatan, Ridwan Yoga mengatakan kegiatan yang diikuti sekira 40 mahasiswa ini diharapkan dapat mematangkan pemahaman anggota GMNI tentang nilai-nilai perjuangan Marhaenisme.

"Selain tahapan formil bagi calon kader, KTD juga bertujuan untuk mematangkan pola pikir calon kader serta pendalaman materi Ideologi Marhaenisme yang diaktuliasasikan dengan isu serta fenomena kebangsaan yang terjadi secara aktual,” katanya, dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Tak Menutup Kemungkinan Persatuan Alumni GMNI Dipimpin Non-PDIP, Beredar Nama-nama Ini

Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Yoga mengungkapkan KTD dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Ketua DPC GMNI Solo, Rahmad Hendro Saputro menambahkan meski dilaksanakan di tengah Pandemi, kaderisasi diharapkan tetap mencapai tujuan maksimal. 

Kaderisasi sengaja digelar di bulan Juni yang merupakan bulan Bung Karno sekaligus sebagai momentum refleksi arah kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Di dalam KTD nanti, kami juga coba merumuskan sikap dan melakukan kajian terhadap isu wacana kebijakan pemerintah yang kemungkinan akan menyasar dan berdampak tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga dalam kehidupan bernegara, seperti dampak UU KPK, wacana UU KUHP, serta Omnibus law sebagai pemulihan stabilitas ekonomi masyarakat versi pemerintah," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas