Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bocah Tewas Digigit Anjing, Polrestabes Medan Turun Tangan

 Keluarga Muhammad Reza Aulia (10) telah melapor ke polisi terkait meninggalnya Reza akibat digigit anjing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Bocah Tewas Digigit Anjing, Polrestabes Medan Turun Tangan
Tribun Medan
Muhammad Reza Aulia (kanan) menunjukkan laporan polisi yang dilayangkan ke Polsek Medan Tuntungan. Reza meninggal diduga akibat rabies setelah digigit anjing milik tetangganya. 

Setelah digigit anjing, Reza tidak berani pulang ke rumah. Dia singgah ke rumah temannya.

"Mungkin dia takut jadi awalnya tidak berani memberitahu kami. Sesampainya di rumah, dia langsung ngomong sama kakeknya bahwa ia baru digigit anjing.

Saya saat itu tidak di rumah, jadi mendapat telpon dari kakeknya kalau anak saya ini digigit anjing," ungkapnya.

Begitu mendapat kabar itu, Lia memutuskan langsung pulang ke rumah.

"Saya langsung pulang dan membawa anak saya ini untuk berobat di Bidan Manurung. Setelah disuntik ia kembali dibawa pulang," katanya.

Reza yang hari itu seharusnya latihan taekwondo meminta izin kepada ibunya tidak bisa berlatih karena badannya sakit akibat digigit anjing.

"Ma adik enggak latihan ya, karena badan rasanya sakit semua karena habis digigit anjing." kata Lia menirukan perkataan anaknya kala itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Kakeknya sempat telepon kepala lingkungan (Kepling) untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Anak saya dan Kepling sempat ke rumah pemilik anjing, tapi sampai di sana setelah ngomong dengan pemilik anjing, wanita itu memberitahukan nanti diberitahukan setelah suaminya pulang.

Tapi kami tunggu sampai malam tak ada jawaban," katanya.

Keesokan harinya, Lia bersama anaknya serta Kepling kembali mendatangi rumah pemilik anjing.

Tapi, lagi-lagi tak ada respon yang baik soal kasus yang dialami anaknya.

"Kita bertemu dan diajak ngomong baik-baik tidak terima, Mereka (pemilik anjing) sempat bilang hanya karena Rp 100 ribu kita ribut.

Mereka bahkan tidak percaya dengan kwitansi perobatan Reza dan meminta waktu untuk memeriksa kebenaran kwitansi tersebut," tutur Lia.

Melihat respon yang sedemikian, Lia lalu menantang agar pemilik anjing untuk pergi bersamanya ke klinik tempat anaknya berobat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas