Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KRONOLOGI 4 Polisi Muntah Setelah Makan Bakso hingga Dilarikan ke IGD, Beredar Ada Temuan Formalin

Empat polisi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keracunan makanan setelah menyantap bakso, dan sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in KRONOLOGI 4 Polisi Muntah Setelah Makan Bakso hingga Dilarikan ke IGD, Beredar Ada Temuan Formalin
Tribun Bali/Istimewa
Ilustrasi Keracunan makanan 

Hasilnya berikut ini:

- Formalin 0,8 miligram pada mie kuning.

- Nitrit sebesar 0,6 miligram pada daging, dan saus sambal tomat.

- Formalin 0,25 miligram pada daging.

- Formalin sebesar 0,8 miligram pada mie bakso goreng

- Formalin 0,6 miligram pada tahu bakso.

Baca juga: Menteri Trenggono Resmi Larang Ekspor Benih Lobster

Pemilik Restoran Buka Suara

Rekomendasi Untuk Anda

Kristin SP Owner Bakso Kota Kupang, pun buka suara, dikutip dari Pos-Kupang.com, mengklarifikasi informasi terkait Bakso Kota mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya itu tidak benar.

Karena hingga saat ini hasil pemeriksaan sampel belum dikeluarkan secara resmi oleh Balai Pom Kupang.

"Seperti tahu yang saya pakai itu saya beli, tidak buat sendiri. Kecap, saos dan mie pun sama, saya beli tidak buat sendiri. Sementara daging atau pentolan kita beli daging baru mol di pasar," jelas Kristin.

Dikatakan Kristin, oleh penyidik, ia disuruh menunggu hasil pemeriksaan sampel oleh Balai Pom Kupang.

Memang dirinya langsung berinisiatif mendatangi Balai Pom Kupang untuk memastikan, produk yang dijual mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Dirinya pun merasa terganggu dengan adanya kejadian tersebut diiringi dengan kabar tak sedap yang beredar.

Kristin mengaku kaget dengan informasi yang beredar di grup-grup whatsapp bahwa produknya mengandung beberapa bahan berbahaya, karena setelah dia mengecek langsung ke Balai POM, produknya belum dilakukan pemeriksaan sampel.

Baca juga: Covid-19 Kembali Melonjak, Pemuda dan Mahasiswa Sultra Desak Munas Kadin Ditunda

"Bahkan tadi ada penyidik kaget bahwa kok ada berita seperti ini, karena sampai dengan jam 2 (waktu setempat) saya di sana belum ada hasil dari Balai Pom," ujarnya.

Di sisi lain dirinya meminta maaf atas kejadian yang menimpa beberapa orang pelanggannya.

Dan berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga, menjadi acuan untuk lebih hati-hati dan lebih waspada dalam mengelola usaha apalagi di bidang kuliner.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (Pos-Kupang.com/Ray Rebon)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas