Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Protes Pembubaran Kuda Lumping, Kini Pidato Bupati Banjarnegara Tuai Polemik, Warganet Beri Dukungan

Bupati Banjarnegara viral karena sempat protes pembubaran pentas kuda lumping, kini pidatonya tuai polemi, ada warganet yang dukung jadi presiden.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Protes Pembubaran Kuda Lumping, Kini Pidato Bupati Banjarnegara Tuai Polemik, Warganet Beri Dukungan
Instagram @kabupatenbanjarnegara
Bupati Banjarnegara Budhi Warsono 

Pihaknya menyadari pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Tetapi belakangan pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk berkegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ini jadi kesempatan pihaknya untuk menyelenggarakan pentas kuda lumping setelah setahun lebih vakum karena pandemi.

Pihaknya lantas mengajukan izin ke Pemdes, Pemcam, hingga Pemkab terkait penyelenggaraan acara itu.

Bahkan, dia mengklaim pihaknya telah mendapatkan lampu hijau dari Polsek Madukara untuk kegiatan itu.

Surat permohonan kegiatan juga ditembuskan ke Puskesmas Madukara.

"Dari Pemkab Banjarnegara membolehkan, tapi tergantung pemerintah kecamatan."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau pemerintah kecamatan tidak membolehkan, ya jangan diadakan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/6/2021).

Karena merasa telah mendapatkan izin dari pemerintah, baik di tingkat desa hingga kabupaten, pihaknya percaya diri untuk mengadakan acara itu.

Rencana kegiatan ini pun disambut antusias, bukan hanya bagi kelompok seni ebeg, namun juga masyarakat.

Buktinya, masyarakat mau iuran atau patungan untuk membiayai penyelenggaraan acara itu.

Selain masyarakat setempat, ada pula donatur yang menyumbang lebih untuk kegiatan itu.

Baca juga: Teror Lempar Batu Resahkan Sopir Truk di Kendal, Dalam Semalam Ada 4 Kejadian 

Acara ini pun sengaja diadakan serentak di sejumlah desa se Kecamatan Madukara.

"Mungkin kalau acaranya serentak, masyarakat yang ingin menyaksikan bisa terbagi, tidak ngumpul di satu tempat," katanya.

Mulanya, di Desa Kutayasa, acara sesi pertama, yakni siang sampai sore hari berlangsung lancar, tidak ada pembubaran.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas