Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

13 Warga Sikka Keracunan setelan Menyantap Ikan Buntal, 4 Tewas dan 8 Lainnya Dirawat di RS

Sebanyak 13 warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keracunan setelah menyantap ikan buntal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 13 Warga Sikka Keracunan setelan Menyantap Ikan Buntal, 4 Tewas dan 8 Lainnya Dirawat di RS
Tribun Bali/Istimewa
Sebanyak 13 warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keracunan setelah menyantap ikan buntal. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Aris Ninu

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 13 warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keracunan setelah menyantap ikan buntal.

Akibatnya, empat orang meninggal dunia, sedangkan delapan lainnya menjalani perawatan di RSU Maumere.

Setelah menyantap ikan buntal itu, belasan warga tersebut langsung merasa pusing dan mual.

Terkait dengan peristiwa itu, Kepala Desa (Kades) Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Martina memberikan penjelasannya.

Dari 13 orang itu, 4 orang meninggal dunia dan 8 orang masih rawat intensif di RSU Maumere serta 1 orang sudah sembuh.

Ia menjelaskan usai mendengarkan kabar tersebut, dirinya langsung bergegas menuju RSU Maumere.

Baca juga: KRONOLOGI 4 Polisi NTT Diduga Keracunan setelah Makan Bakso, Muntah-muntah hingga Dilarikan ke IGD

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya setelah dapat laporan dari warga langsung ke RSU Maumere."

"Saya lalu temui para korban dan ada satu mama yang bilang kalau ikan buntal yang dimakan dibuat kuah asam lalu dimakan ramai-ramai di pondok."

"Mereka maka di pondok karena hari minggu jadi duduk santai sambil cerita,’’ujar Kades Hoder, Martina kepada POS-KUPANG.COM di RSU Maumere, Minggu 27 Juni 2021 malam.

Ia menjelaskan, ikan yang dimakan itu diberikan tetangga para korban lalu dipakai makan siang bersama.

"Habis makan semua langsung pusing dan mual sehingga dibawa ke RSU Maumere.Mereka makan sekira jam 2 sampai jam sore," papar Kades Martina.

Ia menjelaskan, dirinya belum tahu ikan itu diperoleh dari hasil pancingan atau dibeli.

"Ikan itu apakah dipancing lalu siapa yang pancing dan tangkap saya belum tahu."

"Tapi ikan yang dimakan itu dibagikan dari seorang warga bernama Maria kepada para korban.Ikan itu diberikan sudah menjadi kuah asam lalu dimakan ramai-ramai," ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas