Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gegara Jerat Babi, 2 Pria di Nias Selatan Saling Serang dengan Parang hingga Tewas, Ini Kronologinya

Dua pria di Kabupaten Nias Selatan saling bacok menggunakan parang hingga tewas. Berikut kronologi dan motif kejadian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Gegara Jerat Babi, 2 Pria di Nias Selatan Saling Serang dengan Parang hingga Tewas, Ini Kronologinya
nakedsecurity.sophos.com
Ilustrasi dua orang pria di Nias Selatan tewas setelah berduel. 

TRIBUNNEWS.COM - Duel maut yang melibatkan dua pria terjadi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Mereka adalah Dea Harita alias Ama Kendi Harita (58), warga Desa Hilinamoniha (Dea Harita) Kecamatan Toma.

Sedangkan satunya bernama Basaeli Loi alias Ama Reli Loi (55), warga Desa Hiliasi (Basaeli Loi), Kecamatan Toma.

Mayat keduanya terlihat penuh dengan luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Iskandar Ginting membenarkan informasi di atas.

Baca juga: KRONOLOGI Duel Sesama Tukang Becak, Korban Sempat Melawan Pakai Gunting Sebelum Tewas

Keduanya tewas di sekitar areal perkebunan warga Desa Hili Namoniha, Senin (5/7/2021).

Motif duel maut tersebut lantaran masalah jerat babi.

"Masih kita lidik, sementara permasalahan jerat babi ceritanya," bebernya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia tak dapat membeberkan lebih lanjut, terkait pembagian hasil atau seperti apa, karena kedua belah pihak keluarga masih berduka.

"Itu belum kita dalami, karena belum ada yang kita interogasi karena keluarga masih berduka, jadi belum bisa diambil keterangan," ucapnya.

Baca juga: Duel Maut 2 Pemulung di Pasar Tasikmalaya, Seorang Tewas dan 1 Melarikan Diri

Ginting juga menyebutkan, ternyata salah satu korban ada yang sempat selamat dan mencoba pergi untuk menyelamatkan diri.

Namun, nahas di tengah perjalanan meninggal dunia.

Hal ini terlihat dari jarak mayat pertama dan kedua berbeda jarak nyaris 100 meter.

"Iya benar, karena dari TKP mayat pertama dengan mayat kedua agak berbeda dan berjarak. Jaraknya ada 50 sampai 100 meter," ungkapnya.

Kasat juga belum dapat memastikan waktu keduanya bertikai, namun keluarga korban menyebutkan bahwa ayahnya sudah meninggalkan rumah sejak Minggu (4/7/2021) sore.

Ginting membantah kejadian ini akibat adanya pertikaian antar desa.

Baca juga: Ribut soal Rumput Berujung Duel Maut, 2 Warga di Lombok Tengah saling Bacok, 1 Tewas

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas