Tribun

Kembali Tambah Sentra Vaksinasi, Hendi Sasar 6.000 Warga Setiap Hari

Kami sedang membuat sentra vaksin di Kota Semarang yang akan kita pusatkan di Holy Stadium yang kekuatannya dapat mencapai 6000 warga.

Editor: Content Writer
Kembali Tambah Sentra Vaksinasi, Hendi Sasar 6.000 Warga Setiap Hari
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai meninjau persiapan sentra vaksinasi di Holy Stadium, Rabu (30/6). 

TRIBUNNEWS.COM - Percepatan pemberian vaksin terus menjadi fokus Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam menghadapi kasus Covid-19 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Terbaru, bersama Polrestabes Semarang dan Kodim 0733 BS / Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang kembali menambah sentra vaksinasi bagi masyarakat umum, salah satunya di Holy Stadium, Marina.

“Kami sedang membuat sentra vaksin di Kota Semarang yang akan kita pusatkan di Holy Stadium yang kekuatannya dapat mencapai 6000 warga. Kita mulai besok (hari ini) dengan supporting dari Polrestabes, Kodim, dan DPRD," terang Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu usai meninjau persiapan sentra vaksinasi di Holy Stadium, Rabu (30/6).

Terkait mekanismenya, lebih lanjut Hendi menjelaskan jika nantinya tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, TNI dan Polri bekerja bersama, termasuk dengan relawan dari Holy Stadium dan perguruan tinggi.

"Jadi bisa 3 sampai 4 bulan di situ, karena para pengelolanya sudah menyerahkan tempatnya kepada kita untuk bisa dipakai sebagai sentra vaksinasi terpusat kota Semarang," lanjut Hendi.

Dalam program vaksinasi di Holy Stadium tersebut, pihaknya mentargetkan 6.000 orang per hari yang bisa divaksin. Namun target awal tersebut menurut Hendi bisa ditingkatkan jika dalam satu atau dua minggu proses vaksinasinya berjalan baik. "Karena dari luas lokasinya, parkirnya, nakesnya Insyaa Allah memadai, bisa kita terus tingkatkan. Besok kita lihat hasil evaluasinya dalam satu dua minggu," tegasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan jika ketersediaan stok vaksin di kota Semarang sampai hari ini masih bisa berjalan dengan baik.

"Nanti kita mungkin akan berhitung dua tiga minggu ke depan. Tapi kalau hari ini kita genjot sampai 6.000, hingga 7.000 di kota Semarang, dua minggu ke depan, masih oke," tutur Hendi.

Di sisi lain Hendi meyakinkan bahwa segala upaya penanganan COVID-19 di Kota Semarang sejalan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dirinya menegaskan bahwa seluruh instruksi Gubernur Jawa Tengah pun telah dilaksanakan di Kota Semarang.

“Dari menambah kapasitas rumah sakit hingga pengetatan zona merah RT sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sehingga kita siap mengamankan instruksi tersebut,” pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas