Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebut Pemakaman Korban Covid-19 Hanya Prank, ABG Ini Dijemput Petugas, Dijadikan Relawan Pemulasaran

Seorang anak baru gede (ABG) dijemput oleh tim SAR untuk dijadikan relawan pemulasaran jenazah korban Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sebut Pemakaman Korban Covid-19 Hanya Prank, ABG Ini Dijemput Petugas, Dijadikan Relawan Pemulasaran
Kolase Tribunnews.com: TribunSolo/Istimewa
(Kiri) Tangkap layar komentar yang menyebutkan pemakaman korban Covid-19 hanya prank dan (Kiri) si ABG saat jadi relawan pemulasaran. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang anak baru gede (ABG) dijemput oleh petugas tim SAR untuk dijadikan relawan pemulasaran jenazah korban Covid-19.

ABG itu sebelumnya menyebut pemakaman korban Covid-19 hanyalah prank.

Pernyataan itu, ia ungkapkan lewat akun media sosial Facebook bernama Wildan MA.

"Settingan yang bagus."

"Selamat kalian semua kena prank," tulisnya di sebuah postingan.

Baca juga: 4 FAKTA Pemakaman Peti Kosong di Klaten, Jenazah Pasien Covid-19 Tertinggal di RS, Ini Kronologinya

Dilansir TribunSolo.com, diketahui ABG tersebut tinggal di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia masih berusia 19 tahun dan baru lulus dari bangku SMA.

Komentar miring seorang netizen di Kabupaten Karanganyar bernama akun Wildan MA yang menuduh pemakaman Covid-19 settingan dan penampakan sosoknya saat diminta ikut memakamkan jenazah.
Komentar miring seorang netizen di Kabupaten Karanganyar bernama akun Wildan MA yang menuduh pemakaman Covid-19 settingan dan penampakan sosoknya saat diminta ikut memakamkan jenazah. (TribunSolo.com/Dok Arief Sukro)
Rekomendasi Untuk Anda

Akibat komentarnya, ia dijemput oleh Tim SAR Karanganyar.

Komandan Markas SAR Karanganyar, Arief Sukro Yulianto, menjelaskan petugas menjemput pemilik akun di rumahnya pada Senin (12/7/2021) malam kemarin.

Petugas hanya memberikan tindakan persuasif dan belum membawa pelaku ke ranah pidana.

"Kami masih edukasi pelaku agar tidak mengulangi kejadian serupa," kata Arief, Selasa (13/7/2021).

Kemudian si ABG digiring Polsek Kerjo untuk membuat surat pernyataan.

"Pelaku menandatangani surat bermaterai dan mengakui kesalahannya di Polsek," imbuh Arief.

Baca juga: 6 Hari Jalani Isoman, Pasutri Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Jenazah Sempat Tertahan 9 Jam

Kata Polisi

Sementara itu, Kapolsek Kerjo, AKP Murtiyoko, membenarkan kejadian itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas