Tak Bisa Tahan Nafsu, Sopir Travel Lecehkan Penumpang ABG, Berhenti di Tempat Sepi Lalu Beraksi
Seorang gadis berinisial SH (16) menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh sopir travel, MD alias Rohid (20).
Editor: Nanda Lusiana Saputri
![Tak Bisa Tahan Nafsu, Sopir Travel Lecehkan Penumpang ABG, Berhenti di Tempat Sepi Lalu Beraksi](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi-pelecehan-13112020.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Seorang gadis berinisial SH (16) menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh sopir travel, MD alias Rohid (20).
Peristiwa itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang kampung, dari Jakarta menuju Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Saat kejadian, semua penumpang di dalam travel sudah diturunkan oleh tersangka.
Tersangka yang sudah tak bisa menahan nafsu, kemudian sengaja berhenti di tempat sepi dan melakukan aksi bejatnya.
Kepada polisi, MD mengaku baru pertama kali melakukan aksi tak senonohnya tersebut.
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, didampingi Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro, dan Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda, menjelaskan mengenai kronologi kejadian yang dialami SH.
Dijelaskan, pada Selasa (6/7/2021) sekitar pukul 19.00 WIB korban berangkat dari Jakarta menuju Margasari Kabupaten Tegal menggunakan mobil travel (Toyota Avanza putih) yang dikemudikan oleh tersangka MD atau Rohid.
Baca juga: Pria 38 Tahun Nekat Rudapaksa Remaja 14 Tahun, Panggil ke Rumah Lalu Beraksi, Beri Uang Rp 5 Ribu
Selama perjalanan dari Jakarta kendaraan berisi tujuh orang penumpang.
Lalu seluruh penumpang sudah diturunkan oleh tersangka dan hanya tersisa mengantar korban (SH) sekitar pukul 02.30 dini hari.
Modus yang dilakukan tersangka memanfaatkan situasi yang sepi untuk melakukan pelecehan seksual kepada korban.
Melihat sebuah Pertashop yang berlokasi di Desa Karangjati RT 08/RW 02, Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, tersangka tiba-tiba menghentikan kendaraannya.
Setelah memberhentikan mobilnya, tersangka langsung mendekati korban yang pada saat kejadian posisi duduknya berada di samping sopir.
Karena korban di dalam mobil hanya berdua dengan tersangka, sehingga saat tersangka melakukan aksi tak senonoh korban tidak bisa berbuat banyak, diam, dan ketakutan.
Setelah melakukan pelecehan selama lima menit, akhirnya tersangka berhenti karena korban mengancam akan melaporkan perbuatannya kepada sang kakak.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.