Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

POPULER Regional: Risma Marah saat Cek Penerima BPNT | Viral Pasien Isoman Diduga Dianiaya Warga

Berita populer regional dalam 24 jam terakhir. Risma marah saat mengecek penerima BPNT sembako hingga viral pasien isoman diduga dianiaya warga.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in POPULER Regional: Risma Marah saat Cek Penerima BPNT | Viral Pasien Isoman Diduga Dianiaya Warga
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Menteri Sosial, Tri Rismaharini marah saat mengecek penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Sabtu (24/7/2021). 

Pria tersebut mendapatkan perlakuan seperti itu karena ditolak warga saat melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya.

"Tulang (paman) saya diikat, diseret dan dipukuli masyarakat seperti binatang," kata Jhosua, keponakan pria dalam video tersebut, saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/7/2021).

Jhosua menuturkan, mulanya sang paman terpapar Covid-19.

Kemudian, pamannya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Namun, masyarakat sekitar menolaknya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Polda Jateng Tangkap 2 Provokator Rencana Aksi Massa di Jateng, Ini Perannya

Rekomendasi Untuk Anda

Provokator rencana aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Jawa Tengah diamankan aparat Polda Jateng di Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyebut dua orang yang ditangkap berinisial N dan B.

Kedua provokator aksi massa itu mempunyai peran masing-masing.

N bertugas sebagai inisiator dan host zoom meeting untuk rapat aksi pada 24 Juli, sementara B berperan sebagai penyebar ajakan aksi di sejumlah media sosial dan grup WhatsApp.

Baca juga: Polisi Bubarkan Demonstran Tolak Perpanjangan PPKM di Dekat Istana Negara 

"Ada dua orang yang ditangkap. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, handphone, dan screenshoot pesan ajakan demo di grup Whatsapp, hingga rekaman zoom meeting," ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

Agar tidak terdeteksi petugas, pelaku sengaja membuat grup WhatsApp dengan menggunakan nama 'Group Klub Tenis.

Pada grup tersebut, terdapat adannya ajakan rencana aksi di beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes, dan Kudus.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas