Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Wapres Dukung Upaya DIY Tekan Mobilitas Masyarakat Melalui Jaga Warga

Ma'ruf mendukung upaya Pemerintah DIY mengikutsertakan masyarakat dalam menekan mobilitas, dengan menginisiasi gerakan Jaga Warga.

Wapres Dukung Upaya DIY Tekan Mobilitas Masyarakat Melalui Jaga Warga
Foto: Dokumentasi Biro Pers Media dan Informasi Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai perlu adanya sinergitas antara pemerintah daerah dan pusat di dalam rangka menekan mobilitas masyarakat di masa PPKM Level 4 ini.

Maka itulah, Ma'ruf mendukung upaya Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengikutsertakan masyarakat dalam menekan mobilitas, satu di antaranya dengan menginisiasi gerakan Jaga Warga di masa perpanjangan PPKM.

“Saya memberi apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi DIY atas kerja keras dalam menanggulangi wabah Covid yang secara umum sudah cukup baik,” ujar Wapres dalam keterangan Setwapres yang diterima, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Positivity Rate di DIY Masih 41 Persen, Wapres Minta Satgas Covid-19 Gencarkan 3T

Baca juga: Kertas Bekas Hasil Swab Positif Jadi Bungkus Gorengan di Depok, Dinkes dan Polisi Angkat Bicara

Dirinya berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bekerja sama lebih keras lagi untuk mengupayakan keadaan yang lebih kondusif agar secara perlahan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Kita harus lebih keras lagi supaya bisa melandai sehingga kehidupan kita bisa normal lagi,” harap Wapres.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono IX memaparkan data persebaran Covid-19 DIY yang mengalami penurunan di pusat keramaian, seperti wisata perbelanjaan (38%), tempat rekreasi (29%), stasiun/bandara (70%), tempat kerja (25%), namun terjadi kenaikan di sekitar lingkungan perumahan.

Baca juga: Anies dan Kapolda Metro Murka Ada Tabung Oksigen yang Dijual dengan Harga Fantastis

Sri Sultan mengkhawatirkan kondisi masyarakat yang memang menunjukkan penurunan kasus di pusat keramaian, tetapi justru berpotensi menimbulkan klaster baru di lingkungan tempat tinggal.

“Ini faktual ya, memang berpindah dari jalan masuk ke rumah, tapi ternyata belum tentu tinggal di rumah, mungkin dari luar desa, masuk ke desa, atau kongko bukan di rumah, berbincang ke rumah tetangganya,” papar Sri Sultan.

Lebih lanjut, sebagai langkah pengetatan mobilitas masyarakat, Pemprov DIY bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) membentuk gerakan yang diberi nama Jaga Warga yang melibatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas dalam menegakkan protokol kesehatan.

“Sehingga kami mencoba berkoordinasi dengan lurah melalui kabupaten, mengerahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kami bentuk namanya Jaga Warga,” jelas Sri Sultan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas