Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penghasilannya Sebagai Sopir Turun, Warga Banyumas Ini Ubah Angkot Jadi Ambulans Desa

Tarko akhirnya diajari oleh Satgas Covid-19 desa agar menjadi sopir yang mengangkut  warga suspect atau yang akan vaksin 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penghasilannya Sebagai Sopir Turun, Warga Banyumas Ini Ubah Angkot Jadi Ambulans Desa
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Tarko (45) warga RT 3 RW 4, Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas saat menyemprot angkot miliknya dengan cairan disinfektan. Ia berinisiatif mengubah angkot menjadi ambulans dadakan di desanya, Selasa (10/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Permata Putra Sejati

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Sejak pandemi Covid-19 penghasilannya sebagai sopir angkot sangat turun,  Tarko (45),  berinisiatif mengubah angkot menjadi ambulan desa.

Warga RT 3 RW 4, Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas yang  menceritakan,  sejak adanya kebijakan PPKM, angkot miliknya sudah tidak jalan selama lima bulan. 

"Saya ubah jadi ambulans desa, karena banyak ibu-ibu, bapak, orang tua yang justru minta diantar ke Puskesmas.

Katanya mau vaksin dan swab juga, banyak warga desa yang belum punya akomodasi angkutan. 

Saya tawarkan kalau pakai angkot mau tidak," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/8/2021). 

Bersamaan dengan itu kondisi Covid-19 di Desa Karangnangka semakin meningkat dan banyak warga desa yang positif dan butuh angkutan baik untuk vaksin ataupun tes swab antigen. 

Baca juga: Gara-gara Sebar Foto Syur Mantan Pacar, Pemuda di Banyumas Terancam Penjara 6 Tahun

Rekomendasi Untuk Anda

Karena kondisi yang demikian, Satgas Covid-19 Desa Karangnangka menawarkan kepada Tarko agar memanfaatkan angkot miliknya menjadi ambulan desa. 

"Sempat takut dan khawatir, banyak kasus yang meninggal dan sebagainya. 

Tapi ketakutan itu bisa ditutupi, karena saya merasa kasihan," imbuhnya. 

Diapun akhirnya diajari oleh Satgas Covid-19 desa agar menjadi sopir yang mengangkut  warga suspect atau yang akan vaksin. 

Tarko kemudian memakai APD lengkap dan tetap menjaga kebersihan angkot

Masyarakat yang melihat dia pakai APD sembari mengemudikan angkot mengundang banyak perhatian. 

"Sempat dikira nakes beneran, tapi kok mengemudikan mobil angkot. 

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Turun, Satgas Sebut Kabar Gembira yang Perlu Ditingkatkan

Saya pakai APD lengkap, itu mereka bukan takut orangnya tapi takut saya pakai seragam APD. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas