Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Sukabumi Meninggal Dunia

Bayi malang itu meninggal setelah bertahan selama 10 hari setelah lahir secara operasi sesar di RS Kartika Kota Sukabumi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Sukabumi Meninggal Dunia
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Mitasari (kanan) bersama anaknya di Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI  - Neng Syifa, bayi tanpa tempurung kepala di Desa Panumbangan Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi meninggal dunia.

Neng Syifa yang merupakan anak pasangan dari Ibu Mitasari (27) dan ayah Mudrikah (25) meninggal dunia, Kamis  (2/9/2021) sekira pukul 01.30 WIB.

Bayi malang itu meninggal setelah bertahan selama 10 hari setelah lahir secara operasi sesar di RS Kartika Kota Sukabumi pada 24 Agustus 2021. 

Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani membenarkan kabar tersebut.

Dia mendapatkan berita meninggalnya Neng Syifa sekira subuh.

"Betul pak, Neng Syifa sudah meninggal sekitar pukul 01.30 WIB pagi tadi," ujarnya, saat dihubungi wartawan.

Baca juga: Hirup Gas Beracun, Penambang Emasdi Sukabumi Ditemukan Tewas

Rekomendasi Untuk Anda

Lalan menyebutkan bahwa jenazah bayi Neng Syifa sudah dikebumikan sekira pukul 08.00 WIB di sekitar rumah orangtuanya di Kampung Gununggedogan RT 20/04, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

"Tadi pagi sudah dikuburkan, mudah-mudahan keluarganya bisa mengikhlaskan dan anaknya ditempatkan disisi terbaik oleh Allah SWT," harap Lalan.

Sempat Berharap Normal

Orang tua bayi tanpa tempurung kepala berharap anaknya bisa normal seperti anak biasa lainnya.

Mudrikah (25) bapak bayi yang dinamai Neng Syifa tersebut, sejak awal tidak mengira anaknya lahir tanpa tempurung kepala.

Namun Mudrikah bersama istrinya, memiliki harapan yang sama, Neng Syifa bisa hidup seperti anak normal biasanya.

"Bagaimana pun keadaan anak saya, rasa sayang saya tidak hilang.

Kami berharap anak saya bisa sembuh agar bisa normal seperti anak yang lain," ujar Mudrikah, Minggu (29/8/2021).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas