Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Meluncur 11 Kali ke Arah Barat Daya

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Meluncur 11 Kali ke Arah Barat Daya
AGUNG SUPRIYANTO/AFP
PIJAR - Guguran lava pijar dari puncak Merapi terpantau dari Tunggularum, Turi, Sleman, Kamis (9/9/2021). Merapi masih berada di level III atau Siaga. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sabtu (11/9/2021) hari ini Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Gunung Merapi mengeluarkan 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1,5 km ke barat daya.

Pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), cuaca hari ini cerah sedikit berawan.

Angin bertiup perlahan ke arah barat.

Suhu udara 14-21°C, kelembaban udara 75-98 %, dan tekanan udara 654-719 mmHg.

Gunung jelas, kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Rekomendasi Untuk Anda

Gempa guguran terjadi sebanyak 62 kali, amplitudo 3-25 mm berdurasi 10-2113 detik.

Hembusan terjadi sebanyak 10 kali dengan amplitudo 2-10 mm berdurasi 9-33 detik.

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar, Arahnya ke Barat Daya

Low frekuensi terjadi sebanyak 21 kali, amplitudo 4-111 mm berdurasi 5-14 detik.

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi masih berada Level III atau Siaga.

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Cakupan potensi sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas