Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria Berusia 60 Tahun Ditemukan Mengapung di Batu Tumpeng Klungkung

ciri-ciri mayat yang ditemukan itu, memang sesuai dengan I Wayan Koat sehingga pihak keluarga sudah mengambil jenazahnya ke RSUP Sanglah

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pria Berusia 60 Tahun Ditemukan Mengapung di Batu Tumpeng Klungkung
ist
Ilustrasi mayat tenggelam 

Laporan Wartawan Tribun Bali Eka Mita Suputra
 

TRIBUNNEWS.COM, BALI  -  I Wayan Koat (60) asal Banjar Bingin, Desa Kusamba ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Ia ditemukan mengapung di perairan sekitar perairan Batu Tumpeng, Klungkung

Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Wayan Koat sempat mandi di Pantai Mongalan, Kusamba.

Perbekel Desa Kusamba I Nengah Semadi Adnyana menjelaskan, Wayan Koat memang sering mandi ke pantai Mongalan saat pagi hari.

Hanya saja, Selasa (14/9/2021), kebetulan tidak ada warga yang melihat Wayan Koat mandi di pantai.

"Baru saat siang hari, pihak keluarga melihat pakaian dan sandal Wayan Koat di pesisir pantai.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Mayat Pria yang Diterkam Buaya di Bangka

Lalu ditanya-tanya warga sekitar, tidak ada yang tahu Wayan Koat dimana," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Barulah siang hari sekitar pukul 12.00 Wota, ada informasi penemuan jenazah seorang pria di Parairan Batu Tumpeng dan dievakuasi di Pantai Lebih, Gianyar.

"Setelah diperhatikan, ciri-ciri mayat yang ditemukan itu, memang sesuai dengan I Wayan Koat. Pihak keluarga sudah mengambil jenazahnya ke RSUP Sanglah," jelasnya.

Ia juga mengatakan, saat kejadian kondisi ombak di Pantai Mongalan, sebenarnya biasanya saja.

Namun fisik Wayan Koat yang sudah renta, diduga tidak kuat melawan arus laut.

" Fisik Wayan Koat itu sudah lemah, karena lanjut usia," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jenazah laki-laki ditemukan mengapung di perairan antara Pantai Batu Tumpeng dan Watu Klotok, Klungkung, Selasa (14/9/2021).

Karena kondisi arus di perairan Klungkung yang kurang mendukung, proses evakuasi dilakukan ke wilayah Gianyar.

" Saat kami akan evakuasi, arus laut cukup keras. Sehingga kami koordinasi dengan BPBD Gianyar agar bisa dievakuasi ke wilayah Gianyar," ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas