Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gudang Uang Palsu Berjarak 1 KM dari Polres Boyolali, Sudah Beroperasi Selama 2 Bulan

Polres Boyolali menggerebek gudang produksi uang palsu senilai Rp 500 juta yang telah beroperasi selama 2 bulan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gudang Uang Palsu Berjarak 1 KM dari Polres Boyolali, Sudah Beroperasi Selama 2 Bulan
TribunSolo.com/Tri Widodo
Uang palsu siap diedarkan yang terbongkar polisi saat adanya jumpa pers di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI - Polres Boyolali menggerebek gudang produksi uang palsu senilai Rp 500 juta.

Komplotan pembuat dan pengedar uang palsu ini tergolong nekar.

Pasalnya mereka memproduksi uang palsu di sebuah rumah yang jaraknya tak jauh dari Polres Boyolali.

TersangkaDS, MF dan CA memproduksi uang palsu di rumah Darsono yang berada di Kampung Wates, RT 004, RW 008, Kelurahan/ Kecamatan Mojosongo.

Baca juga: Ada Gudang Produksi Uang Palsu di Boyolali, Polisi Tangkap 9 Tersangka dan Sita 8.516 Lembar Upal

Jika dari Polres Boyolali hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer ke arah barat.

Atau tepatnya di utara Patung Tumpeng Merapi di Jalan Prof. Soeharso Boyolali atau jalur lingkar utara.

“Lokasinya itu tidak jauh dari tempat kami (Mapolres Boyolali) ternyata. Dan itu masuk Kecamatan Mojosongo,” jelas Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond saat jumpa pers, Jumat (24/9/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihaknya memutuskan untuk melakukan penggerebekan.

Saat digrebek pada Minggu pagi (12/9/2021) sekira pukul 04.00 WIB, kepolisian menangkap basah ketiga pelaku yang tengah melakukan pencetakan uang palsu ini.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond saat menunjukkan uang palsu siap edar di Mapolres, Jumat (24/9/2021)
Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond saat menunjukkan uang palsu siap edar di Mapolres, Jumat (24/9/2021) (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Kapolres menyebut, produksi uang palsu itu sudah dilakukan para pelaku sejak dua bulan.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka.

“Berdasarkan keterangan yang kita ambil dari para tersangka sudah dilakukan selama kurang lebih 2 bulan untuk pembuatannya,” ujarnya.

Yang lebih mencengangkan lagi, ternyata uang palsu ini sudah beredar luas di masyarakat.

Bahkan uang palsu ini telah dikirimkan ke paling barat wilayah Indonesia yakni Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

“Uang yang sudah diproduksi ini sudah sempat dikirimkan ke Aceh, Bekasi, Tangerang dan ke Surabaya,” jelas Morry.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas