Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasutri Siram Air Panas hingga Borgol Anak Asuh Difabel, Terungkap setelah Ibu Tak Boleh Video Call

Pasangan suami isti di Sleman tega menyiram anak asuh difabel menggunakan air panas. Pelaku juga memborgol korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Miftah Salis
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Pasutri Siram Air Panas hingga Borgol Anak Asuh Difabel, Terungkap setelah Ibu Tak Boleh Video Call
http://www.ladbible.com
Ilustrasi penganiayaan- Pasangan suami isti di Sleman tega menyiram anak asuh difabel menggunakan air panas. Pelaku juga memborgol korban. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasangan suami isti di Sleman tega menyiram anak asuh difabel menggunakan air panas.

Pelaku juga memborgol korban.

Kasus ini terungkap setelah kecurigaan ibu lantaran tak boleh video call sang anak.

Pasangan suami istri berinisial LO (49) dan IT (48) melakukan penganiayaan terhadap seorang anak berkebutuhan khusus AL (17) yang menjadi anak asuhnya.

Penganiayaan terjadi di sebuah rumah kasih saying (RKS) di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Korban berasal dari Lampung dan dititipkan di rumah tersebut sejak 2019.

AL dititipkan oleh orang tuanya dengan tujuan untuk mendapat pendidikan yang lebih baik.

Rekomendasi Untuk Anda

Ternyata di tempat terseut AL justru mendapatkan penganiayaan.

Ibu curiga tak boleh video call

Sejak 2019, ibu korban rutin mengecek kondisi sang anak.

Mengutip dari Kompas.com, kecurigaan muncul setelah ibu korban tak diberikan akses untuk menghubungi sang anak via video call.

Baca juga: Keluarga Korban Penganiayaan Oknum ASN di Pandeglang Tolak Berdamai, Ini Penjelasan Sang Ayah

Baca juga: Pemuda di Deli Serdang Diculik dan Dianiaya, Orangtua Korban Nyaris Tak Mengenali Wajah Anaknya

Baca juga: Ditegur agar Tak Berulah, Preman di Wonogiri Aniaya Tukang Ojek, Pelaku Dikenal Sering Bikin Onar

Pelaku beralasan korban sedang belajar.

"Ibunya itu ingin video call anaknya dan tidak pernah dikabulkan oleh pelaku, alasanya karena pandemi, anaknya sedang belajar seperti itu," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh, Selasa (5/10/2021).

Unggah foto korban

Ibu korban lalu mengunggah foto sang anak di Facebook.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas