Tribun

Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Tatap Muka di Solo, 5 SD Jadi Klaster Penyebaran Covid, 40 Anak Positif Corona

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo diduga menimbulkan klaster penyebaran virus corona. 40 anak positif covid

Editor: Sanusi
Pembelajaran Tatap Muka di Solo, 5 SD Jadi Klaster Penyebaran Covid, 40 Anak Positif Corona
Dwi Putra Kesuma/ Tribun Jakarta
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo diduga menimbulkan klaster penyebaran virus corona (Covid-19).

Setidaknya ada lima sekolah dasar yang menjadi klaster penyebaran virus corona.

Total ada 40 anak yang positif Covid-19 setelah dilakukan tes PCR.

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Punya Fasilitas Cuci Tangan Sebagai Syarat PTM

Muncul klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo, Pemerintah Kota Solo minta sejumlah sekolah tersebut ditutup sementara.

Dilansir dari TribunSolo.com, lima sekolah yang ditutup sementara itu adalah SD Kristen Manahan, SD Mangkubumen Kidul, SD Al Islam 1 Jamsaren, SD Semanggi Lor dan SD Danukosuman.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Ahyani, dari hasil tes swab di sekolah-sekolah tersebut puluhan siswa dan guru dinyatakan terpapar Cocid-19.

"40 siswa dari 5 sekolah yang melakukan swab PCR, sedangkan ada 6 guru yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Berikut Perlindungan Orang Tua pada Anak Saat Melakukan PTM Terbatas

Menurutnya, hasil itu merupakan hasil tracing yang dilakukan sejak 13-18 Oktober 2021.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, penutupan sekolah tersebut diperkirakan hingga satu bulan.

"Standarnya dua minggu. Tapi ada perlakuan khusus."

"Di SD Kristen Manahan mungkin bisa satu bulan karena di situ banyak," kata dia.

Selain itu, Gibran juga meminta "tracing" dan "testing" terus dimaksimalkan untuk memantau penularan Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso menjelaskan, kasus klaster PTM sekolah di Solo terungkap dari hasil sampling tes swab PCR oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Ada sampling dari Kementerian Kesehatan. Sekolahnya sudah ditunjuk ada 4. Hasilnya ada siswa yang positif. Terbanyak di SD Kristen Manahan," kata Teguh di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/10/2021).

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas