Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pembelajaran Tatap Muka di Solo, 5 SD Jadi Klaster Penyebaran Covid, 40 Anak Positif Corona

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo diduga menimbulkan klaster penyebaran virus corona. 40 anak positif covid

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pembelajaran Tatap Muka di Solo, 5 SD Jadi Klaster Penyebaran Covid, 40 Anak Positif Corona
Dwi Putra Kesuma/ Tribun Jakarta
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo diduga menimbulkan klaster penyebaran virus corona (Covid-19).

Setidaknya ada lima sekolah dasar yang menjadi klaster penyebaran virus corona.

Total ada 40 anak yang positif Covid-19 setelah dilakukan tes PCR.

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Punya Fasilitas Cuci Tangan Sebagai Syarat PTM

Muncul klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo, Pemerintah Kota Solo minta sejumlah sekolah tersebut ditutup sementara.

Dilansir dari TribunSolo.com, lima sekolah yang ditutup sementara itu adalah SD Kristen Manahan, SD Mangkubumen Kidul, SD Al Islam 1 Jamsaren, SD Semanggi Lor dan SD Danukosuman.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Ahyani, dari hasil tes swab di sekolah-sekolah tersebut puluhan siswa dan guru dinyatakan terpapar Cocid-19.

"40 siswa dari 5 sekolah yang melakukan swab PCR, sedangkan ada 6 guru yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Berikut Perlindungan Orang Tua pada Anak Saat Melakukan PTM Terbatas

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, hasil itu merupakan hasil tracing yang dilakukan sejak 13-18 Oktober 2021.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, penutupan sekolah tersebut diperkirakan hingga satu bulan.

"Standarnya dua minggu. Tapi ada perlakuan khusus."

"Di SD Kristen Manahan mungkin bisa satu bulan karena di situ banyak," kata dia.

Selain itu, Gibran juga meminta "tracing" dan "testing" terus dimaksimalkan untuk memantau penularan Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso menjelaskan, kasus klaster PTM sekolah di Solo terungkap dari hasil sampling tes swab PCR oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Ada sampling dari Kementerian Kesehatan. Sekolahnya sudah ditunjuk ada 4. Hasilnya ada siswa yang positif. Terbanyak di SD Kristen Manahan," kata Teguh di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/10/2021).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas