Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswa UNS yang Meninggal saat Diklat Menwa Diautopsi, Keluarga Pasrah, Serahkan Kasus ke Polisi

Mahasiswa UNS berinisial GE diketahui meninggal saat mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) di kawasan Jurug pada Minggu (24/10/2021).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mahasiswa UNS yang Meninggal saat Diklat Menwa Diautopsi, Keluarga Pasrah, Serahkan Kasus ke Polisi
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Mahasiswa UNS berinisial GE diketahui meninggal saat mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) di kawasan Jurug pada Minggu (24/10/2021).

Hingga kini masih belum diketahui apa penyebab meninggalnya GE ini.

Polisi pun telah melakukan autopsi kepada jenazah GE di RSUD dr Moewardi Solo, setelah mendapatkan izin dari pihak keluarga.

Paman GE, Sutarno menyebut kini pihak keluarga masih belum mengetahui apa langkah yang akan diambil selanjutnya terkait kasus kematian GE ini.

Baca juga: Wajah Penuh Luka hingga Lebam, Keluarga Setuju Jenazah Mahasiswa UNS Solo Diautopsi

Sutarno menyebut keluarga hanya bisa pasrah dan menyerahkan kasus yang menimpa GE ini kepada pihak kepolisian.

"Kita keluarga masih belum tahu nanti seperti apa. Kelihatannya sudah ditindaklanjuti oleh polisi, nanti diserahkan saja ke polisi."

"Tergantung nanti hasil dari penyelidikan dan autopsi, meninggal karena kecelakaan atau kekerasan, kita serahkan ke polisi saja," kata Sutarno dilansir Tribun Solo, Selasa (26/10/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Kronologi Meninggalnya GE

Paman korban, Sutarno mengungkapkan, jika menurut keterangan pengurus Menwa UNS, kronologi meninggalnya GE ini diawali saat mengikuti kegiatan panjat tebing dalam rangkaian diklat Menwa.

Ketika GE turun dari tebing menggunakan tali, kondisi GE menjadi lemas.

Lalu ketika sampai di bawah, GE disebut mengalami kesurupan.

"Saat di rumah sakit diceritakan, awalnya ketika GE turun dari tebing menggunakan tali, kemudian lemas. Di lokasi sempat di ruqyah, habis itu ceritanya seperti apa tidak tahu, tahu-tahu sudah di rumah sakit," terang Sutarno.

Masih belum diketahui secara pasti, penyebab kematian korban, apakah murni karena kecelakaan atau kekerasan alias perpeloncoan saat diklat calon anggota itu.

Baca juga: Polresta Solo Dalami Penyebab Kematian Mahasiswa UNS Usai Acara Diklat di Jurug

Sutarno menduga korban meninggal lebih dari dua jam setelah dikabari pada pukul 02.00 WIB.

"Kalau melihat lukanya seperti itu, nggak satu atau dua jam, kemungkinan sudah lama, karena cairan yang keluar dari kepalanya sudah bau," kata dia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas