Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pencuri Tanam GPS dalam Mobil Target, Tukang Kunci bisa Kloning Chip

Para pencuri mobil makin canggih. Modus menanamkan GPS bisa membuat pemilik mobil lengah dan pencuri dengan mudah melakukan aksinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: cecep burdansyah
zoom-in Pencuri Tanam GPS dalam Mobil Target, Tukang Kunci bisa Kloning Chip
Instagram/@adriaansr_
Mobil Toyota keluaran terbaru sudah menggunakan teknologi immobilizer dan keyless, sehingga tidak mudah dicuri. 

"Di dalam kunci keyless itu kan ada kodenya. Tiap kunci memancarkan gelombang radio yang berbeda. Itu bisa dikloning karena ada alatnya. Ahli kunci pun bisa. Maka mereka punya regulasi atau kode etik sendiri supaya tidak disalahgunakan. Kecuali jika ada oknum yang bekerjasama dengan sindikat pencurian mobil," tuturnya.

Ketika kunci keyless dikloning, itu akan ada pemberitahuan dari pihak ketiga. Hanya pihak kepolisian yang bisa mengetahui kunci tersebut sudah dikloning atau belum.

"Kode di dalam kunci ini sudah terdaftar. Kalau misal dikloning, maka akan ada pemberitahuan. Jadi kalau ada kasus seperti itu, hanya pihak kepolisian yang tahu," tambahnya.

Kunci keyless yang menggunakan pancaran gelombang radio, ternyata juga bisa terganggu dengan gelombang radio lain. Didik mencontohkan mobil dengan keyless yang diparkir di jalan MT Haryono Semarang, kadang tiba-tiba tidak berfungsi.

"Itu karena di sekitarnya terdapat gelombang radio yang bertabrakan. Sehingga sinyal penerima di mobil tidak bisa menangkapnya. Alhasil, ketika ingin menghidupkan mesin, kunci harus ditempelkan pada tombol start/stop engine," tuturnya.

Saat ini Toyota sedang kembangkan teknologi mobil yang bisa terintegrasi dengan ponsel pemilik. Sehingga, segala hal yang berkaitan dengan mobil bisa diketahui oleh pemilik hanya melalui sebuah aplikasi. "Mulai dari kondisi mesin, kelistrikan, jadwal servis, hingga kejanggalan di mobil bisa diketahui melalui aplikasi itu. Tapi belum tahu akan diterapkan kapan," ujarnya.

Baca juga: Langkah Strategis Rektor Unair: Vaksin Merah Putih Selesai Juni 2022 (1)

Kloning Program

Rekomendasi Untuk Anda

Sonny Sasongko, seorang tukang kunci bisa menduplikat kunci kendaraan dengan sistem immobilizer maupun keyless entry. Rata-rata pelanggan datang sendiri ke kiosnya untuk dibuatkan kunci duplikat.

Dia mengaku sangat hati-hati dan selektif terima orderan. Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, Sony selalu menanyakan STNK maupun BPKB mobil pelanggannya.

"Saya selalu minta menunjukkan STNK dan BPKB mobil pelanggan saya. Tapi kalau mereka menduplikat tujuannya untuk apa, ya susah untuk dideteksi," kata dia.

Hampir semua pelanggan yang datang minta duplikat kunci adalah pemilik mobil.

"Rata-rata yang datang ke sini pemilik mobil," ujarnya, Minggu (7/11/2021).

Menurutnya, cara menggandakan kunci dengan sistem immobilizer cukup mudah. Dirinya tidak perlu mengganti seluruh perangkat keamanan yang ada di dalam mobil.

"Sistem kunci immobilizer telah ada di mobil tahun 2000 an. Selain gandakan anak kunci, juga bisa melakukan kloning program sistem keamanan dari chip yang ada di kunci lama ke kunci baru," kata Sonny.

Dikatakannya, sistem kloning yang dilakukan yakni menyalin data sistem dari chip kunci lama ke kunci baru. Rata-rata data sistem keamanan yang bisa dikloning adalah mobil pabrikan Jepang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas