Tribun

Keluarga Tahanan Polrestabes Medan Dimintai Uang Rp 5 Juta Demi Keamanan di Sel, Begini Kronologinya

Hermansyah, tidak terima karena kakaknya masuk ke sel tahanan dalam kondisi sehat namun meninggal penuh luka lebam.

Editor: Erik S
Keluarga Tahanan Polrestabes Medan Dimintai Uang Rp 5 Juta Demi Keamanan di Sel, Begini Kronologinya
TRIBUN MEDAN/HO
Polrestabes Medan 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Keluarga tahanan yang diduga meninggal karena dianiaya di rumah tahanan Polrestabes Medan, Sumatera Utara meminta keadilan.

Hermansyah, tidak terima karena kakaknya masuk ke sel tahanan dalam kondisi sehat namun meninggal penuh luka lebam.

Hermansyah juga mengungkap adanya permintaan uang Rp 5 juta. Uang itu disebut sebagai uang keamanan abangnya.

Permintaan uang.

Dia menduga ada oknum yang melakukan penganiayaan itu bersamaan dengan napi yang ada di dalam sel tahanan.

Ia pun mengatakan dalam kasus ini juga terlibat juru periksa bernama Bripda Sutrisno Butar - Butar. Dikatakannya juga kepala kamar sempat meminta uang Rp 500 ribu dan disanggupinya sebagai uang makan.

Baca juga: Bripda SB Diperiksa Propam Terkait Dugaan Meminta Uang Rp 5 Juta ke Tahanan

"Malamnya ia minta uang pulsa Rp 250 ribu. Paginya dia minta Rp 5 juta, saya keberatan. Saya bilang cari uang itu bukan metik daun," ujarnya.

Kepala kamar, yang tidak diketahui namanya, mengatakan kepadanya bahwa uang itu untuk keamanan abangnya.

Herman langsung mempertanyakan kenapa ada uang keamanan. Sebab, menurutnya abangnya masih dalam proses penyelidikan sehingga sudah seharusnya menjadi tanggung jawab polisi memberi rasa aman.

Dia pun diancam kalau tidak mengirim uang, abangnya akan disiksa. Terkait dengan kasus yang menimpa abangnya, dijelaskan Ia menerima surat penangkapan 12 November 2021 terkait diduga pelecehan seksual di bawah umur.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas