Tribun

Erupsi Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru, Puskesmas di Lumajang Kekurangan Oksigen untuk Korban Luka Bakar

Dokter setempat menyebut kebutuhan oksigen paling darurat. Sebab, ada sejumlah korban luka bakar di bagian wajah berpotensi bisa kehabisan napas.

Editor: Willem Jonata
Erupsi Gunung Semeru, Puskesmas di Lumajang Kekurangan Oksigen untuk Korban Luka Bakar
Via Kompas.TV
Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB. (Sumber: BNPB) 

TRIBUNNEWS.COM - Akibat erupsi Gunung Semeru, sejumlah orang mengalami luka. Mereka kini menjalani perawatan di di Puskesmas Penanggal Lumajang.

Namun, kamar di puskesmas tersebut overload hingga kekurangan oksigen untuk merawat korban.

Selain itu, Puskesmas Penanggal pun kekurangan obat dan alat untuk memindahkan pasien (brankar).

"Kami sudah kekurangan brankar, NF, obat luka, analgetik," kata Kepala Puskesmas Penanggal Lumajang, dr Lya Aristin, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Sejumlah Warga Masih Terjebak di Kampung Renteng Akibat Letusan Gunung Semeru, Tak Bisa Keluar Rumah

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Airnav Indonesia Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi

Dokter Lya menyebut kebutuhan oksigen yang paling darurat.

Sebab, ada sejumlah korban mengalami luka bakar di bagian wajah yang berpotensi bisa kehabisan napas.

Korban akibat erupsi Gunung Semeru di Puskesmas Penanggal Lumajang, Sabtu (4/12/2021). SURYA.CO.ID/Tony Hermawan

"Banyak yang mengalami sesak nafas, karena banyak yang mengalami luka di daerah wajah, bengkak. Kami menunggu ambulans datang dan oksigen, kami minta bantuan ke puskesmas sekitar," jelasnya.

Puskesmas kewalahan

Sepuluh orang mengalami luka bakar akibat terkena lahar panas Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).

Kondisi mereka ada yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh, namun ada juga yang luka ringan.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas