Tribun

Jelang Pergantian Tahun, Korban Banjir Bandang & Tanah Longsor Lutra Terima Huntap dari Pemerintah

Pemda juga akan memfasilitasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU) di lokasi huntap tersebut termasuk dengan jaringan listrik dan air bersih.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jelang Pergantian Tahun, Korban Banjir Bandang & Tanah Longsor Lutra Terima Huntap dari Pemerintah
Istimewa
Jelang pergantian tahun, korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dapat menempati Hunian Tetap (Huntap) bantuan pemerintah melalui BNPB. 

TRIBUNNEWS.COM, LUWU - Jelang pergantian tahun, korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dapat menempati Hunian Tetap (Huntap) bantuan pemerintah melalui BNPB.

Minggu lalu, PT Sakura Makmur Lestari (Tatalogam Group) selaku aplikator yang ditunjuk untuk membangun huntap ini, menyerahkan rumah instan DOMUS kepada pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani menuturkan, kehadiran Huntap ini adalah sinergi dan kolaborasi yang manis dari semua pihak.

"Saya terima kasih banyak. Masukan yang datang dari warga jadi senjata untuk disampaikan ke Pusat. Dalam dokumen Rencana Aksi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) yang disusun dengan asistensi BNPB dan tim Kemen PUPR, semua pihak terlibat mulai dari Pusat, Provinsi, daerah, swasta, termasuk masyarakat terbuka untuk mengambil bagian dalam proses pemulihan pascabencana. Dan ini dibuktikan oleh salah satu tokoh masyarakat kita, Pak H.Mukaddas yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Huntap khusus di Desa Sepakat," kata Indah, Jumat (31/12/2021) pekan lalu.

Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menegaskan tidak ada yang boleh main-main dengan program penanggulangan bencana.

"Untuk itu integritas dan akuntabilitas adalah harga mati. Sehingga warga kita bisa melihat anggaran yang diperuntukkan untuk bangunan ini tidak ada satu rupiah pun lari kemana-mana. Itu komitmen kita."

"Saya pastikan sekali lagi tidak ada satu rupiah pun, apa yang menjadi hak warga tidak sampai kepada warga sebab tidak ada istilah uang tunai, semuanya cashless. Langsung masuk ke rekening, sekaligus kita dukung program pemerintah untuk digitalisasi keuangan," terang Indah.

Baca juga: Pemkab Lumajang Percepat Pembangunan Hunian Sementara Bagi Korban Erupsi Gunung Semeru

Ke depan, Indah mengatakan, Pemda juga akan memfasilitasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU) di lokasi huntap tersebut termasuk dengan jaringan listrik dan air bersihnya.

"Ini baru bangunannya yang selesai, belum Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU), termasuk jaringan PLN dan air bersih. Untuk air bersih Pemda yang akan sambungkan dan semuanya gratis khusus untuk penyintas," kata Indah.

Menurut dia, kalau aliran listriknya mengikuti aturan main PLN.

"Untuk akses jalan alhamdulillah sudah lolos untuk pra-verifikasi dan mudah-mudahan penetapannya tidak berubah untuk RR-nya karena bertahap selama lima tahun," ujar Indah.

"Sekali lagi, terima kasih untuk dukungan semua pihak dari Pusat, Provinsi, hingga daerah, sebab tak ada pemerintah yang ingin masyarakatnya terbengkalai, hanya semuanya berproses," jelas Indah.

Bupati yang dinobatkan sebagai Perempuan Inspirasi Indonesia Tahun 2021 ini juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan PT Sakura Makmur Lestari (Tatalogam Group) yang telah berhasil melakukan percepatan pembangunan di melampaui target yang telah ditetapkan.

Dengan keberhasilan yang telah ia saksikan, menjadi referensi tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menggunakan produk rumah instan Domus dalam pelaksanaan program serupa di masa yang akan datang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas