Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mayat Handi Saputra Ditemukan Tersangkut Pohon Pisang dan Sampah Sungai Serayu

Tirwan Suwanto (63), salah seoarang menemukan mayat Handi di Sungai Serayu dan ia kerap menemukan mayat tenggelam di sungai itu

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mayat Handi Saputra Ditemukan Tersangkut Pohon Pisang dan Sampah Sungai Serayu
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Prosesi pemakaman Handi Saputra di Kampung Cijolang, Desa Cijolang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (19/12/2021) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS -  Handi Saputra dan Salsabila menjadi korban kecelakaan di Nagreg, 8 Desember 2021.

Bukannya ditolong dengan membawa ke rumah sakit, 3 anggota TNI AD justru membuang keduanya  ke Sungai Serayu.

Mayat keduanya ditemukan 11 Desember 2021 di aliran Sungai Serayu di Cilacap.

Yang ditemukan pertama adalah Handi sebelum Salsabila ditemukan di muara Sungai Serayu di Adipala, Cilacap.

Kisah penemuan jenazah Handi itu kini terungkap siapa yang menemukan.

Dia adalah Tirwan Suwanto.

Entah sudah berapa kali Tirwan Suwanto (63), warga Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, menemukan mayat di Sungai Serayu.

Baca juga: Warga Sragen Ditemukan Tewas di Tepi Sungai, Menghilang Sejak 5 Hari Lalu

Rekomendasi Untuk Anda

Terakhir, yang dia temukan adalah mayat Handi Harisaputra (18), korban kecelakaan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung.

Korban lain, Salsabila (13), ditemukan di muara Sungai Serayu di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

"Saya sering menemukan dan menjumpai mayat, bahkan kalau dihitung, bisa puluhan sejak dulu."

"Terakhir, kemarin, saya bersama babinsa dan pekerja lain menengok katanya ada mayat pria."

"Kondisinya, waktu itu, di pinggir sungai, tersangkut pohon pisang dan sampah-sampah," terangnya saat ditemui Tribunbanyumas.com, Selasa (21/12/2021).

Jarak rumahnya dengan Sungai Serayu memang cukup dekat, sekitar 100 meter dari bibir sungai.

Mayat pemuda itu kemudian dibawa ke RS Margono dan diotopsi selama tiga hari.

Namun, tidak ada yang mengetahui identitas pemuda itu hingga akhirnya dikembalikan ke desa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas