Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polisi Cari Keberadaan Pelaku Pencabulan Gadis Cianjur

Korban dipaksa meminum minuman keras oplosan sehingga tak sadarkan diri

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi Cari Keberadaan Pelaku Pencabulan Gadis Cianjur
Sefton Sexual Health Service
Ilustrasi pemerkosaan 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Satreskrim Polres Cianjur masih melakukan pengejaran pelaku rudapaksa terhadap AG (17), seorang gadis asal Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebelum dirudapaksa, AG terlebih dahulu dicekoki dengan minuman keras.

Ibu korban, Eli (43), mengatakan, awalnya AG minta uang untuk jajan ke warung namun setelah lima jam, korban tak juga pulang.Lantaran khawatir, Eli pun meminta kakak korban untuk mencarinya.

"Ternyata ada informasi AG ada yang bawa (bonceng) menggunakan sepeda motor katanya si JN (20), anak kampung ini juga," katanya.

Mendengar hal tersebut, orang tua korban langsung mendatangi rumah JN namun ternyata JN tidak ada di rumah.

 Orangtua JN pun menyarankan untuk mengecek ke tempat biasa anak-anak berkumpul.

Baca juga: Dinkes Cianjur Dukung Polisi Proses Dokter Muda yang Suntikkan Dua Jenis Obat Penenang ke Pasien

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya pun mencari ke alamat yang diberikan orangtua JN, ternyata tidak ada di tempat dan saya pun kembali pulang," katanya.

Merasa penasaran, ia ditemani suaminya kembali mendatangi rumah JN.

"Kurang lebih pukul 19.30 WIB, anak saya ternyata ada di area basecamp-nya JN dan teman-temannya, dalam kondisi tak sadarkan diri atau dalam kondisi mabuk oplosan," ujarnya.

Tak menunggu lama, AG pun dibawa pulang ke rumahnya untuk dimintai penjelasan.

"Awalnya tidak mau menjelaskan."

"Namun setelah ditanya secara pendekatan sama kakaknya, GN, JN bercerita bahwa AG diajak keliling naik angkot, dibawa ke depot jamu di Jalan Pramuka, lalu dibawa ke kosan yang ada di Jalan Raya Dr Muwardi (By pass)," katanya.

Tak hanya itu, AG pun dipaksa meminum minuman keras oplosan sehingga tak sadarkan diri.

Mendengar penjelasan dari anaknya tersebut, Eli bersama GN kakak AG langsung melaporkan kasus tersebut ke sektor Cianjur Kota.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas