Suami Kehilangan Pekerjaan Jangan Lalu Disalahkan
Komunikasi antara dua belah pihak menjadi kunci utama supaya hubungan tetap langgeng.
Editor: cecep burdansyah
Analisis
oleh Antari Ayuning Asri |
Sosiolog Unnes
SELAMA pandemi tidak hanya perceraian saja yang meningkat, melainkan angka kekerasan dalam rumah tangga juga demikian.
Hal itu dikarenakan seluruh anggota keluarga melakukan aktifitasnya di rumah. Itu menyebabkan tingkat stres meningkat, alhasil berujung pada emosi yang tidak bisa dikendalikan.
Terlebih ketika anak belajar dari rumah, itu juga membuat orangtua kesulitan membagi waktu.
Meskipun itu tidak bisa jadi alasan. Sebab rata-rata beban tugas anak dan pekerjaan rumah sering kali dibebankan kepada istri.
Ini tidak bisa dibiarkan, karena rumah tangga jadi tanggung jawab bersama.
Komunikasi antara dua belah pihak menjadi kunci utama supaya hubungan tetap langgeng.
Saling memahami kondisi masing-masing juga penting supaya bisa menemukan solusinya.
Jika hanya mengedepankan ego, maka tidak akan ada selesainya. Nanti yang jadi korban adalah sang anak.
Apabila suami kehilangan pekerjaan di saat pandemi, istri jangan lantas menyalahkan begitu saja. Bantu suami dengan beberapa cara.
Bisa dengan membuka usaha bersama, atau membantu mencarikan pekerjaan baru.
Jangan lantas itu jadi kesalahan suami karena kehilangan pekerjaan. Cobalah untuk terbuka terhadap pasangan, baik sebelum menikah atau sesudah menikah.
Pasangan yang baik tentu akan menerima apapun kelebihan dan kekurangannya. Dukungan atau support dari keluarga besar juga penting karena itu bisa menguatkan mental pasangan. (afn)
Baca juga: Orang Ketiga Penyebab Perempuan di Jawa Tengah Gugat Cerai Suaminya, Antre ke Pengadilan Agama
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.