2 Jenazah Korban Pembakaran Double O Teridentifikasi, 5 Jenazah Lain Belum Diketahui Identitasnya
Hingga saat ini total sudah 12 jenazah korban pembakaran Double O yang berhasil diidentifikasi.
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA – Dua jenazah korban kebakaran di tempat hiburan malam Double O, Sorong, Papua Barat kembali teridentifikasi.
Jenazah pertama yang teridentifikasi adalah Afifah Maisanuraini Permata Putri, jenis kelamin perempuan.
Korban dengan nomor post mortem DVI/SOQ/013 dan dicocokkan DNA dengan nomor anti mortem AM/SOQ/0013 sesuai dengan korban.
Kemudian jenazah kedua yaitu dengan nomor DVI/SOQ/015 dicocokkan DNA pembanding dengan nomor AM/SOQ/014 teridentifikasi sebagai Rahmi Dian Putri, berjenis kelamin perempuan.
Kabid Dokkes Kombes Pol Bambang Pitoyo Nugroho mengatakan, total sudah 12 jenazah korban pembakaran Double O yang berhasil diidentifikasi.
Kini masih tersisa lima jenazah yang belum teridentifikasi.
"Harapan kita semoga hasil pemeriksaan DNA lima korban lagi segera diselesaikan," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi bersama Kabid Dokkes Kombes Pol Bambang Pitoyo Nugroho kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).
Untuk jenazah yang sudah teridentifikasi, kata Bambang, keluarga korban dapat segera berkoordinasi dengan pihak RS untuk penyerahan jenazah dan properti yang menempel di jenazah.
"Untuk lima jenazah yang belum teridentifikasi, mudah-mudahan segera teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri," imbuh Adam.
Baca juga: Setelah Hampir 2 Minggu Jenazah Ananin Korban Pembakaran Double O Akhirnya Tiba di Pangandaran
Sebelumnya, bentrok antarwarga terjadi di Sorong pada akhir Januari lalu.
Bentrokan ini merembet hingga terjadi pembakaran tempat hiburan malam Double O.
Sebanyak 17 orang yang terdiri dari 14 pegawai dan 3 orang pengunjung tewas terbakar.
Mereka terjebak di lantai dua.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul KEMBALI, 2 Jenazah Double O Teridentifikasi, Sisa 5 Jenazah Masih Proses Identifikasi
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.