Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana Ditemukan Tewas Tak Wajar di Rumahnya
Setelah mendapat informasi, tim BPBD Kota Denpasar menerima informasi tersebut langsung menuju ke TKP untuk mengecek kondisi korban
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Bali Firizqi Irwan
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Warga di Jalan Kerta Winangun II, Nomor 3B, Banjar Kerta Dalem, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali digegerkan penemuan seorang pria berinisial Prof KBA, seorang dosen aktif di Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Unud),
Sekretaris BPBD Kota Denpasar Ardy Ganggas dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian yang terjadi pada Senin 21 Februari 2022 sekitar pukul 15.45 wita.
"Benar, tadi kita terima informasi bahwa ada seorang warga yang ditemukan meninggal dengan cara gantung diri," ujar Ardy Ganggas, Senin 21 Februari 2022.
Lanjut Ardy, setelah Tim BPBD Kota Denpasar menerima informasi tersebut langsung menuju ke TKP untuk mengecek kondisi pelaku bunuh diri.
Baca juga: Petani di Musi Rawas Tewas Ditombak Tetangga, Pelaku Serahkan Diri dan Bilang Siap Dipenjara
Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah Komang BA dievakuasi menuju RSUP Sanglah Denpasar.
"Komang BA ditemukan meninggal di kamarnya. Saat ini jenazah sudah dibawa ke RSUP Sanglah," tambahnya.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi belum menerima informasi tersebut.
"Belum masuk laporannya," ujar Iptu I Ketut Sukadi.
Rektor Unud Sampaikan Bela Sungkawa
Universitas Udayana Bali kehilangan salah satu profesor terbaik dari Fakultas Peternakan yakni Prof. Dr. Komang BA.
Pasalnya, Prof. Komang BA ditemukan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Jalan Kerta Winangun, Sidakarya, Bali pada, Senin (21 Februari 2022) sore tadi.
Atas kejadian tersebut, Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., mengungkapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Pertama-tama atas nama civitas akademika Universitas Udayana mengucapkan bela sungkawa yang sangat mendalam. Semoga beliau bisa lancar nyujur sunia loka nggih. Segala khilafnya dimaafkan," ungkap, Prof. Antara.