Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KH Muzamil Beri Tips Cegah Milenial Terjerumus Paham Radikal

ni barokahnya pandemi, karena tidak bisa tatap muka, akhirnya pengajian banyak melalui online.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: cecep burdansyah
zoom-in KH Muzamil Beri Tips Cegah Milenial Terjerumus Paham Radikal
Tribun Jateng/fajar
KH Muzamil Ketua PWNU Jateng 

Jadi, waktu itu Indonesia belum merdeka, NU sudah lahir. Kemudian sampai sekarang NU diakui sebagai badan hukum yang memiliki hak milik berupa aset yang bergerak maupun tidak bergerak.

Kami berharap, semoga ukhuwah nahdliyah ini semakin kuat. Persaudaraan sesama NU, persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sesama bangsa, bahkan persaudaraan sesama umat manusia.

Baca juga: Ini Percakapan Sinta dan Kapolri yang Sangat Mengharukan

Peserta Muskerwil berasal dari mana?

Peserta Muskerwil berasal dari semua pengurus PWNU Jawa Tengah. Terdiri dari mustasyar, syuriah, a'wan, tanfidziyah, dan perangkat organisasi di tingkat wilayah.

Kemudian semua badan otonom, antara lain GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, dan Pagar Nusa.

Jika ada pemungutan suara, masing-masing hanya mendapatkan satu suara. Kalau di Jawa Tengah ini ada 36 cabang, maka masing-masing memiliki satu suara.

Apa prestasi Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah?

Rekomendasi Untuk Anda

Terus terang, kami sebagai tanfidziyah tidak bisa menilai diri sendiri. Yang bisa menilai adalah syuriah, cabang-cabang dan MWC yang kami khidmati.

Kami manut saja kepada beliau-beliau. Sedangkan tanfidziyah adalah pelaksana. Berkoordinasi dengan badan otonom dan lembaga lainnya.

Adakah anjuran Kiai untuk dakwah di internet?

Alhamdulillah, tanpa kami membuat anjuran. Beliau para kiai sudah menginisiasi. Sudah tumbuh banyak majelis taklim, terutama dari pesantren-pesantren.

Ini barokahnya pandemi, karena tidak bisa tatap muka, akhirnya pengajian banyak melalui online.

Bagiamana cegah milenial tidak terjerumus paham radikal?

Yang prinsip, memberikan suri tauladan atau contoh yang baik. Karena yang perlu diutamakan adalah akhlakul karimah.

Dengan akhlak yang baik, yang pernah dicontohkan ulama-ulama terdahulu. Insyaallah efektif untuk membendung paham-paham yang sifatnya intoleransi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas