Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kawasan Wisata Religi Banten Lama Terendam Banjir

Banjir itu disebabkan hujan deras sehingga kali Cibanten dan aliran air dari Bendungan Sindangheula di Pabuaran, Kabupaten Serang meluap

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kawasan Wisata Religi Banten Lama Terendam Banjir
Tangkap layar video Instagram @infoserang
Kawasan Wisata Religi Banten Lama, di Kasemen Kota Serang ikut terendam banjir, Senin (1/3/2022). Tampak serambi plaza Masjid Agung Banten Lama terendam genangan air banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Banten Ahmad Haris

TRIBUNNEWS.COM, SERANG -  Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga saja, kawasan Wisata Religi Banten Lama pun ikut terendam banjir.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial Instagram, tampak sebuah video yang diunggah akun @infoserang memperlihatkan banjir di area plaza Masjid Agung Banten Lama.

Imbas hujan lebat sepanjang Minggu (28/2/2022) malam hingga Senin (1/3/2022)  di Kota Serang dan sekitarnya genangan air yang membanjiri plaza Masjid Agung Banten Lama cukup tinggi.

Sebelumnya, diberitakan tercatat 22 titik banjir di wilayah Kota Serang.

Perumahan Padma Raya merupakan lokasi paling parah, di mana ketinggian air mencapai lima meter.

Perumahan Padma Raya berada di Lingkungan Kaujon, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten.

Rekomendasi Untuk Anda

"Data sementara banjir yang terjadi di Kota Serang semuanya ada 22 titik, termasuk yang saya lihat di daerah Kaujon," kata Wali Kota Serang Syafrudin, kepada wartawan usai meninjau banjir di Perumahan Padma Raya, Selasa (1/3/2022).

Dia menilai banjir itu disebabkan hujan deras hingga kali Cibanten meluap ke pemukiman warga.

Baca juga: 50 Rumah Terdampak Banjir di Kabupaten Pandeglang Banten

Selain itu, banjir juga diakibatkan adanya aliran air dari Bendungan Sindangheula di Pabuaran, Kabupaten Serang meluap.

"Ada informasi juga ada luapan air dari (Bendungan) Sindangheula masuk ke Kota Serang, tahun ini, baru kali ini terendam ketinggian sampai lima meter," ujar Syafrudin.

Sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang masih fokus melakukan pendataan dan evakuasi warga yang rumahnya terdampak.

Dia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dan kini bantuan logistik untuk para korban akan segera disalurkan.

Pemkot Serang pun membuka posko pengungsian dilengkapi dapur umum dan posko kesehatan di sejumlah titik.

"Di Kecamatan Serang ada tiga posko, akan kita tambah lagi. Posko ada di SDN 7 ada di Gedung Juang. Semua kita siapkan termasuk pempers, makanan," ucap Syafrudin.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas