Tidak Mampu Bertetangga dengan Baik, Akses ke Rumah Warga Kudus Ini Dibangun Tembok
Akses ke rumah Sutikah terblokir karena dibangun tembok oleh tetangganya, Sunarsih (63).
Editor:
Erik S
"Dari surat pernyataan kemarin disepakati tembok dibuka dua hari setelah itu ditutup kembali. Diberi kesempatan mengambil barang-barang, karena Ibu Sutikah akan tinggal di rumah saudaranya di wilayah Kudus," terang Aan.
Baca juga: Tanah Longsor Landa Kecamatan Ngrayun Ponorogo, Tembok Rumah Warga Sampai Jebol
Meski demikian, Pemdes Mejobo, TNI dan Polri akan terus mengupayakan perdamaian dengan harapan tembok tersebut dibongkar sebagai akses jalan keluarga Sutikah.
"Kami akan terus mengupayakan perdamaian supaya tembok dibuka selamanya. Kasihan Ibu Sutikah. Intinya Ibu Sunarsih sakit hati dan bisa saja sebagai pembelajaran untuk merubah sikap," pungkas Aan.
Selama ini, Sutikah tinggal bersama kedua anak dan seorang cucu di rumah sederhana tersebut. Ketika proses pembangunan tembok yang menutupi rumahnya itu, mereka pergi mengungsi ke saudaranya.
"Saya sadar selalu mengalah karena saya itu miskin. Cium kakinya pun saya bersedia," tutur Sutikah. Sementara itu, Sunarsih mengaku kesal dengan kepribadian Sutikah.
Menurutnya, selama puluhan tahun hidup bertetangga, Sutikah acap kali mengucapkan kata-kata tak pantas terhadap dirinya ketika bertengkar.
"Saya jengkel omongannya menyakitkan. Bahkan suami saya yang sudah meninggal juga dibawa-bawa. Untuk mediasi nanti terserah anak saya," kata Sunarsih.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com