Tribun

Terungkap Motif Pria Bacok Kiai di Indramayu, Pelaku Anggap Korban Lakukan Pesugian Lewat Wiridan

Teka-teki kasus pria bacok kiai muda di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Pelaku anggap korban melakukan penyimpangan dalam ibadah.

Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Terungkap Motif Pria Bacok Kiai di Indramayu, Pelaku Anggap Korban Lakukan Pesugian Lewat Wiridan
pixabay.com
Ilustrasi pembacokan - seorang pria bacok kiai muda di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Teka-teki kasus pria bacok kiai muda di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Pelaku berinisial S (33) menganggap korban KH Farid Ashr Waddahr melakukan penyimpangan dalam ibadah.

Ia menilai wiridan yang dilakukan korban tidak sesuai dengan pemahamannya.

Bahkan, apa yang diamalkan cara untuk mencari pesugihan.

Motif ini dibeberkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Baca juga: UPDATE Kasus Pembacokan 10 Orang di Kediri, Polisi Sebut Hasil Tes Kejiwaan Pelaku Belum Keluar

"Motifnya sih merasa terganggu karena aktivitas zikir dengan mendatangkan banyak orang."

"Dia juga bilang wirid ini bertentangan dengan fikih yang dia pahami dan pelaku menganggap sebagai pesugihan. Jadi, ini paham yang keliru dari tersangka," ujarnya di Mapolda Jabar, Kamis (10/3/2022).

Aksi pembacokan terjadi pada 8 Maret 2022.

Tersangka bertempat tinggal di wilayah Krangkeng.

Pelaku pembacokan kiai di Indramayu.
Pelaku pembacokan kiai di Indramayu. (Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama)

Ada sebanyak tiga orang yang menjadi korban, yakni pimpinan ponpes, istri dari kiai, dan seseorang berinisial H.

"Tersangka sempat pada 8 Maret 2022 itu mendatangi rumah Kiai F pukul 21.00 WIB tapi hanya menemui istrinya dan menanyakan lokasi kiai."

"Lalu, istri kiai itu memberitahu sedang ada di musala akhirnya pergi dan sempat balik lagi untuk menganiaya istri kiai," katanya.

Baca juga: Bacok 3 Warga Depok, Keganasan Gangster T2CR Buat Kapolda Metro Geram, 8 Pelaku Tertangkap

Selanjutnya, ketika di jalan hendak ke musala, tersangka bertemu H dan korban H pun dianiaya, lalu tersangka kabur menuju musala untuk menemui kiai F hingga berujung pada pembacokan.

"Tiga korban ini mengalami luka senjata tajam arit. Saksi yang diperiksa ada tujuh orang dan tersangka sudah diamankan," ujarnya.

Ketika disinggung kemungkinan tersangka alami gangguan kejiwaan, Kombes Pol Ibrahim menegaskan yang bersangkutan stabil saat menjawab pertanyaan pihak kepolisian dan tak ada indikasi gangguan jiwa.

"Jawabannya selaras dengan penyidik. Tersangka tertangkap oleh warga. Maka saat diamankan kondisi tersangka babak belur," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Motif Pelaku Penyerangan Kiai Muda di Indramayu Gus Farid, Anggap Ada Pesugihan, Ini Kronologinya

(TribunJabar.id/Muhamad Nandri Prilatama)

Berita lainnya seputar kasus pembacokan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas