Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saksi Ungkap Penyebab Kebakaran di Samarinda yang Menewaskan 7 Orang, Sebut Soal Mobil Double Cabin

Peristiwa ini mengundang perhatian banyak pihak karena ada 8 orang yang terjebak di dalam gedung yang terbakar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Saksi Ungkap Penyebab Kebakaran di Samarinda yang Menewaskan 7 Orang, Sebut Soal Mobil Double Cabin
Tribun Kaltim/Rita Lavenia
Proses evakuasi korban kebakaran di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/4/2022) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Tujuh orang meninggal dunia sementara seorang bocah kritis menjadi korban kebakaran di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (17/4/2022) sekitar pukul 04.20 Wita.

Kebakaran ini menghanguskan satu unit rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Hendra AH menyebutkan ada 7 orang meninggal dunia.

"Satu orang kritis di rumah sakit. Itu anak kecil," kata Hendra AH saat ditemui di sela upaya pemadaman.

Ia menjelaskan satu-satunya orang yang selamat adalah kepala keluarga dari korban.

Dari informasi yang diperoleh TribunKaltim.co, kepala keluarga tersebut sedang pergi berbelanja ke pasar saat musibah kebakaran terjadi.

"Saat ini kami masih proses pendinginan," kata Hendra AH.

Rekomendasi Untuk Anda

Usai api padam, tim pemadam melakukan upaya pendinginan dalam musibah kebakaran di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (17/4/2022) pagi.

Baca juga: Kebakaran di Jalan AW Syahranie Samarinda, 7 Orang Diduga Masih Terjebak di Dalam Bangunan

Dugaan Penyebab Kebakaran

Penyebab kebakaran yang menewaskan 7 orang di Jalan AW Syahranie, RT 18, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Minggu (17/4/2022) bukan disebabkan karena kelalaian pemilik ruko.

Tetapi karena sebuah mobil double cabin menabrak rak bensin yang berada di depan ruko 3 pintu tersebut.

Usman (43) salah seorang saksi mata menerangkan, kala itu dirinya hendak melaksanakan salat subuh.

Tiba-tiba dia mendengat suara benturan keras disusul kobaran api yang tiba-tiba membesar.

"Saya ke depan melihat api sudah besar di lantai satu," ujarnya.

Begitupun Ipul (50), saksi lainnya mengatakan, saat itu arus lalu lintas sekitar masih terlihat lengang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas