Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Terima Dicopot, Kepala Dusun di Toraja Utara Segel Kantor Lurah

Menurut Sampelino, ia menyegel kantor karena merasa dirinya tidak dihargai pihak kelurahan dan kecamatan pencopotannya dilakukan sepihak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tak Terima Dicopot, Kepala Dusun di Toraja Utara Segel Kantor Lurah
Lurah Bokin
Kepala Dusun di Rantebua, Toraja Utara segel Kantor Lurah karena tak terima dicopot dari jabatannya, Selasa (19/4/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Timur Tommy Paseru

TRIBUNNEWS.COM, TORAJA  - Seorang kepala dusun di Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, Sulawesi Selatan tak terima dicopot dari jabatannya, Selasa (19/4/2022).

Karena dicopot, Sampelino Lamba melakukan aksi protes dengan menyegel kantor Lurah.

Ia memaku kayu di pintu kantor Lurah.

Akibatnya aparat kelurahan tidak bisa berkantor sejak Jumat (15/4/2022) namun saat ini pintu kantor telah dibuka. 

Setelah pihak kepolisian dan TNI mempertemukan Sampelino dengan Lurah Bokin serta Camat Rantebua.

Proses mediasi atau pertemuan tersebut sempat memanas.

Rekomendasi Untuk Anda

Beruntung pihak keamanan meredam dan meyakinkan Sampelino untuk membuka kembali kantor yang disegel.

Baca juga: Sosok Irjen Verdianto Iskandar, Putra Toraja yang Akan Menjabat Jadi Kapolda Sulawesi Barat

Menurut Sampelino, ia menyegel kantor karena merasa dirinya tidak dihargai pihak kelurahan dan kecamatan.

Ia merasa pencopotan dirinya sebagai kepala dusun dilakukan secara sepihak.

"Betul-betul kita tidak dihargai, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya," ujar Sampelino via seluler Selasa (19/4/2022).

Ia mengatakan, tanah tempat berdirinya bangunan Kelurahan Bokin diklaim adalah miliknya.

Kemudian dihibahkan kepada pihak Kelurahan.

Saat itu ia mengaku turut mengambil andil dalam pembangunan Kantor Lurah tersebut.

Sampelino juga mempertanyakan regulasi yang digunakan untuk merekrut kepala dusun baru yang menurutnya tidak logis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas