Tribun

Pemilik Kebun di Tangse Pidie Resah Menyusul Kemunculan Kawanan Gajah

Sejak dipasang power fencing menyebabkan gajah tidak bisa lagi menerobos kebun maupun areal persawahan tapi pemasangan power fencing belum merata

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pemilik Kebun di Tangse Pidie Resah Menyusul Kemunculan Kawanan Gajah
Foto: kiriman warga
Ilustrasi - Kawanan gajah liar berkeliaran di Gle Barat, Gampong Riweuk, Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (3/1/2021). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar

TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Puluhan gajah liar kembali meneror areal pertanian dan perkebunan milik petani di Kecamatan Tangse, Pidie, NAD selama 2 pekan terakhir ini.

Satwa dilindungi itu masih bertahan di kawasan Gampong Lhok Keutapang.

Kawanan gajah menerobos ke kebun melalui jalur yang tidak dipasang power fencing atau kawat kejut.

"Laporan petani, gerombolan gajah berjumlah puluhan ekor itu menerobos kawasan pertanian dan perkebunan melalui jalur yang tidak dipasang power fencing kawasan kebun sawit di Gampong Lhok Keutapang," kata Anggota DPRK Pidie, Muhammad, kepada Serambinews.com, Jumat (29/4/2022).

Baca juga: Populasi Gajah di Bengkulu Diperkirakan Tinggal 50 Ekor

Kawanan gajah juga melintasi Krueng Seukek untuk sasaran pertanian dan perkebunan.

Dikatakan, saat ini petani gelisah, mengingat tanaman padi milik warga yang segera dipanen di Gampong Lhok Keutapang akan menjadi serangan kawanan gajah juga tanaman kakao dan durian juga menjadi sasaran amukan kawanan gajah liar.

Sebab, sampai saat ini kawanan gajah masih berkeliaran di dekat perkebunan dan pertanian.

Kata Muhammad, pemasangan power fencing sangat bermamfaat bagi petani dalam menghentikan kawanan gajah liar itu, masuk ke kebun maupun areal persawahan warga.

Sebab, sejak dipasang power fencing menyebabkan gajah tidak bisa lagi menerobos kebun maupun areal persawahan tapi pemasangan power fencing belum merata dipasang.

Sehingga kawanan gajah masuk melalui jalur yang tidak ada pemasangan power fencing.

Untuk itu, kata politikus Partai Aceh itu, pemerintah harus memasang power fencing di semua lokasi jalur dilintasi kawanan gajah.

Jika tidak dipasang semua pada jalur dilintasi gajah, maka kawanan gajah masih bisa masuk untuk mengganggu tanaman milik petani.

"Power fencing sangat bermamfaat dipasang untuk menutup akses kawanan gajah masuk ke kebun dan areal pertanian warga. Sebab, kawanan gajah itu tetap mencari tanaman milik warga, baik di lokasi perkebunan dan pertanian," jelasnya

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kawanan Gajah Liar Kembali Teror Petani Tangse, Masuk Melalui Jalur tanpa Kawat Kejut

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas