Kapolres Majalengka Berikan Penghargaan kepada Satpam Bank yang Gagalkan Teror Bom Palsu
Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi langsung mengganjar satpam tersebut dengan reward
Editor: Erik S
TRIBUNNEWS.COM, MAJALENGKA - Seorang satpam bank bernama Asep Firman (25) mendapatkan penghargaan karena menggagalkan pelaku teror bom di bank.
Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi langsung mengganjar satpam tersebut dengan reward, Selasa (24/5/202).
Diketahui, satpam tersebut bekerja di sebuah bank di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
Adapun, peristiwa teror bom sendiri terjadi pada Senin (23/5/2022) yang dilakukan seorang pria berinisial D, warga Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.
Baca juga: Mahasiswa di Malang Yang Ditangkap Karena Diduga Terlibat Teroris Rencanakan Serang Kantor Polisi
Kapolres Majalengka, Edwin Affandi mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberanian Asep Firman.
Meskipun pelaku membawa bom palsu atau mainan, satpam tersebut berhasil menggagalkan aksi perampokan di bank.
"Kita berikan penghargaan atau pun reward kepada Asep Firman, karena berhasil membantu Polri mengamankan pelaku teror bom," ujar Edwin kepada Tribun, Selasa (24/5/2022).
Edwin menegaskan, bahwa Polri akan terus memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat lainnya yang mau dan mampu mendukung tugas-tugas kinerja kepolisian, khususnya Polres Majalengka.
Baca juga: Penampakan Bom Rakitan Mainan Pria Majalengka untuk Menakuti Karyawan Bank
"Kita patut berbahagia bahwa ternyata masyarakat sudah mulai memperhatikan sendiri keamanan di lingkungannya masing-masing."
"Apresiasi ini tentunya untuk memberi semangat dan motivasi kepada yang bersangkutan," ucapnya.
Tak hanya itu, di momentum kali ini, pihaknya juga sekaligus sebagai ajang refleksi pencerminan diri.
Bahwa seharusnya bisa lebih melaksanakan kegiatan-kegiatan serupa di tengah-tengah masyarakat.
"Sehingga anggota kepolisian dapat melaksanakan kegiatan preventif dan penegakan hukum terukur di lapangan dengan baik. Dalam artian, kita membangun jaringan dinas dengan door to door sistem," jelas dia.
Baca juga: Pria yang Mengaku Bawa Bom dan Diikat di Mistar Gawang Alun-Alun Leuwimunding Majalengka
Sementara, Asep Firman mengaku senang dirinya diberi kesempatan untuk menerima penghargaan atau reward dari pihak kepolisian.
"Alhamdulillah, gak nyangka. Saya bekerja sesuai arahan kantor untuk mengamankan lingkungan bank jika terjadi ancaman atau tindak pidana oleh masyarakat," kata Asep.
Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, khususnya di kawasan Alun-alun Leuwimunding, dihebohkan dengan penangkapan seorang pelaku yang diduga membawa bom.
Penangkapan pelaku diduga membawa bom sempat viral di berbagai grup WhatsApp.
Diketahui, pelaku seorang pria itu berkacamata, menggenakan kaos putih, topi hitam, menggendong tas dan celana pendek.
Baca juga: 2 RSUD di Majalengka Siapkan Ruangan Isolasi Antisipasi Pasien Hepatitis Akut
Pria tersebut mengaku membawa bom yang melilit di tubuhnya.
Dari sebuah video yang viral, ia ditangkap dan diikat di sebuah mistar gawang sepak bola alun-alun Leuwimunding.
Garis polisi pun dibuat oleh kepolisian untuk memberi jarak bagi masyarakat lainnya yang ingin menonton pelaku.
Hal ini dilakukan guna menghindari hal-hal yang tak diharapkan.
Pantauan Tribun di lokasi, tampak ratusan warga pun, tak pelak berbondong-bondong ke lokasi ingin melihat secara langsung wajah dan isu kebenaran kabar tersebut.
Anggota polisi pun yang membawa senjata lengkap mengamankan sekitar lokasi.
Baca juga: Pria di Majalengka Ditangkap Polisi Karena Mengaku Bawa Bom
Selang tiga jam atau setelah Tim Gegana Brimob Polda Jabar memeriksa terduga pelaku, pria tersebut akhirnya berhasil ditangkap setelah dirinya hanya membawa rakitan bom mainan.
Selang sehari, pria tersebut langsung diterapkan sebagai tersangka.
Polisi menjerat yang bersangkutan dengan 3 pasal sekaligus, yakni pencurian dengan kekerasan, perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan dan percobaan melakukan kejahatan.
Yang mana pelaku masing-masing Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, Pasal 335 KUHPidana dengan ancaman hukuman 1 tahun serta Pasal 53 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun.
Penulis: Eki Yulianto
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Satpam yang Gagalkan Teror Bom Palsu di Majalengka Dapat Penghargaan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.