Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Putus Cinta, Pria Mabuk Teriak-Teriak Ada Tsunami di Pantai hingga Buat Warga Panik

Seorang pria di Bandar Lampung, Lampung menyebar hoaks. Dia teriak-teriak ada Tsunami di pesisir pantai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gara-gara Putus Cinta, Pria Mabuk Teriak-Teriak Ada Tsunami di Pantai hingga Buat Warga Panik
Tangkapan layar video warga via Kompas
TR (35) pelaku penyebar hoaks tsunami di Bandar Lampung yang ditangkap polisi, Selasa (24/5/2022) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria di Bandar Lampung, Lampung menyebar hoaks.

Dia teriak-teriak ada Tsunami di pesisir pantai.

Aksinya itu sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Ternyata tindakannya itu dilakukan pria tersebut dalam kondisi tak sadar alias mabuk.

Ia mabuk lantaran kecewa baru saja putus cinta.

Seorang pria asal Gudang Agen, Pesawahan, Telukbetung Selatan dibekuk polisi Selasa (24/5/2022) malam.

Pria tersebut terpaksa diamankan lantaran diduga menyebarkan informasi bohong alias hoaks soal tsunami yang terjadi di sekitar perairan Telukbetung.

Baca juga: POPULER Regional: Akhir Misteri Hilangnya Dokter Faisal | Viral Status WA Bu Nani Soal Hasil Rapor

Baca juga: Viral Mahasiswa Kritik Pungli saat Wisuda, Perlihatkan Tulisan di Kertas, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Rekomendasi Untuk Anda

Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Adit Priyanto membenarkan telah diamankan pria diduga menyebarkan hoaks.

Adit menjelaskan, pria yang diketahui berinisial TR (35) warga Bumi Waras, Bandar Lampung, ini menyebarkan isu tsunami dengan cara berteriak di sekitar pesisir pantai Gudang Agen.

Teriakan pria tersebut membuat warga sekitar panik, dan sempat berhamburan keluar rumah.

"Pelaku hanya kita beri pembinaan, setelah diserahkan oleh warga tadi malam," kata Adit, Rabu (25/5/2022).

Adit mengatakan pihaknya tidak melakukan proses hukum terhadap pelaku, karena tidak ditemukan unsur pelanggaran hukum.

Hanya saja, lanjut Adit pelaku perlu dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang bikin panik warga sekitar.

"Setelah kita data dan berikan pembinaan, selanjutnya kita pulangkan ke pihak keluarga," kata Adit.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui penyebaran isu Tsunami dilakukan pelaku tidak dalam keadaan sadar.

Baca juga: Fakta Kecelakaan Maut di MT Haryono Jakarta: dari Kronologi hingga Tuntutan Keluarga Korban Tewas

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas