Tribun

Ibadah Haji 2022

Calon Jemaah Haji Asal Sumenep Madura Gagal Berangkat Karena Usia: Saya Sangat Malu

Atman mengaku sungguh malu karena dirinya gagal berangkat ke tanah suci Makkah.

Editor: Erik S
zoom-in Calon Jemaah Haji Asal Sumenep Madura Gagal Berangkat Karena Usia: Saya Sangat Malu
Istimewa
Ilustrasi ibadah Haji Calon jemaah haji Atman Bin Pakirin (64), warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep, Madura sangat kecewa karena tidak bisa berangkat ibadah haji ke Arab Saudi. 

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP - Calon jemaah haji Atman Bin Pakirin (64), warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep, Madura sangat kecewa karena tidak bisa berangkat ibadah haji ke Arab Saudi.

Atman mengaku sungguh malu karena dirinya gagal berangkat ke tanah suci Makkah.

Kegagalan Atman berangkat adalah karena adanya aturan baru yakni pembatasan usai.

"Tentu perasaan saya yang menusuk kalau saya digagalkan ini sangat malu dan tidak bisa ditebus dengan uang satu miliar. Kemaluan itu tidak bisa ditebus dengan uang, karena harapan tetangga dan keluarga itu," kata Atman dengan rasa kecewa pada Selasa (14/06/2022).

Baca juga: Kementerian Agama Minta Jemaah Haji di Makkah Perhatikan Batas Waktu Konsumsi Makanan

Bagaimana tidak, niatan berangkat haji ini sudah disiapkan sebelumnya sejak mendaftarkan diri ke Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep.

Dia dijanjikan berangkat haji pada tahun 2020 namun gagal lantaran pandemi covid-19.

Amtan calon jemaah haji asal Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur gagal berangkat karena terkendala usia
Amtan calon jemaah haji asal Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur gagal berangkat karena terkendala usia (TribunJatim.com/ Ali Hafidz Syahbana)

Kini harapan besar tersebut pupus lagi dan bahkan gagal lantaran adanya aturan baru dari pemerintah Arab Saudi, yakni tentang pembatasan usia calon jemaah haji diatas 65 tahun terpaksa ditunda.

Atman merasa kecewa dengan aturan haji saat ini karena telah dinyatakan gagal berangkat ke tanah suci setelah mengikuti manasik di di kantor Kementerian Agama Sumenep.

"Manasik di Depag kemaren itu digagalkan langsung, sudah selesai manasik saya di panggil. Manasik dulu setelah banyak jemaah keluar saya diminta masuk ke ruangan," beber Atman.

Baca juga: Calon Jemaah Haji Asal Lumajang Berjumlah 348 Orang: Sebagian Besar Adalah Lulusan SD

Ia seolah tak percaya dengan kabar tersebut, pasalnya segala persiapan sudah dilakukan mulai dari selamatan di kampungnya sebelum berangkat dan diantar orang-orang dan bahkan tetangganya ke Pelabuhan Batu Guluk Pulau Kangean.

Terpisah, dikonfirmasi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Chaironi Hidayat mengakui dan merasa prihatin dengan gagalnya satu CJH berangkat ke tanah suci karena faktor usia.

Kemenag menyatakan keputusan tersebut karena pihaknya baru dari Saudi Arabia dan ternyata bagi J jemaah yang pada 30 Juni nanti usianya masuk 65 tahun atau usia maksimal.

faktor itu visanya tidak bisa diproses, termasuk salah satunya CJH asal Sumenep.

"Pada dasarnya kita juga menyayangkan hal ini terjadi kemaren itu kita sudah positif memberangkatkan 317 jamaah akan tetapi beberapa hari yang lalu ada pemberitahuan dari Saudi Arabia. Bahwa ada beberapa orang yang visanya masih belum bisa dikirimkan ke Indonesia visanya belum bisa dikeluarkan Saudi Arabia, salah satunya adalah CJH asal Sumenep," paparnya.

Baca juga: Hari Ini 3.922 Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan ke Tanah Suci

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas