Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

VIDEO Suporter PSIS Semarang Diserang dengan Batu dan Celurit, Akhirnya Dikawal Polisi Pulang

Video detik-detik penyerangan suporter PSIS Semarang juga sempat terekam, di perbatasan Karanganyar-Boyolali, Ngasem

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in VIDEO Suporter PSIS Semarang Diserang dengan Batu dan Celurit, Akhirnya Dikawal Polisi Pulang
ISTIMEWA TribunSolo.com
Suporter PSIS Semarang diserang di perbatasan Karanganyar-Boyolali 

TRIBUNNEWS.COM - Rombongan suporter PSIS Semarang mendapat serangan batu hingga senjata tajam celurit saat pulang setelah away di Stadion Manahan.

Penyerangan suporter PSIS terjadi pada Selasa (21/6/2022) malam.

Video detik-detik penyerangan suporter PSIS Semarang juga sempat terekam.

Saat itu, suporter PSIS Semarang hendak pulang setelah mendukung tim kesayangan mereka melawan tuan rumah, Persis Solo.

Baca juga: KRONOLOGI Rombongan Suporter PSIS Diserang, Kena Sabetan Celurit hingga Minta Tolong Polisi

Baca juga: Tanggapan Sergio Alexandre setelah PSIS Kalahkan Persis, Singgung Kehadiran Suporter Mahesa Jenar

Sayangnya, saat perjalanan pulang rombongan suporter tiba-tiba dipaksa berhenti dan dilempari batu dari arah belakang.

Dikutip dari TribunSolo.com, penyerangan terjadi di perbatasan Karanganyar dan Boyolali, di Desa Ngasem pada pukul 19.45 WIB.

Sebagian suporter menyelamatkan diri di pertigaan Bangak, Boyolali yang dijaga polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam video yang beredar, nampak polisi menghentikan sekelompok orang tak dikenal untuk tak terus melempari batu.

Rombongan pelaku penyerangan langsung kocar-kacir setelah tahu anggota polisi menembakkan gas air mata.

Beruntung polisi langsung mengamankan suporter yang hendak pulang ke Semarang.

Kronologi

Salah satu suporter PSIS Semarang menceritakan bagaimana rombongan mereka diserang oleh sekelompok orang tak dikenal.

Suporter bermama Andi yang memboncengkan korban mengatakan jika dirinya tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang dari arah belakang.

Rombongannya tahu-tahu disepak, dilempari batu, bahkan disabet celurit.

"Teman saya yang saya boncengkan kena pipi dicelurit, ini jaket saya penuh darah," kata dia kepada TribunSolo.com ngos-ngosan di Pos Polisi Bangak Boyolali.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas