Tribun

Perjuangkan Nasib Jadi CPNS atau PPPK, Ratusan Tenaga Honorer di Banten Gelar Istigasah

Ratusan tenaga honorer itu mendoakan agar persoalan honorer menjadi prioritas diangkat sebagai CPNS atau PPPK.

Editor: Erik S
zoom-in Perjuangkan Nasib Jadi CPNS atau PPPK, Ratusan Tenaga Honorer di Banten Gelar Istigasah
grid
(Ilustrasi) Ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) menggelar istigasah dan doa bersama, di Masjid Raya Al-Bantani, pada Jumat (24/6/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, KOTA SERANG - Dalam rangka penyelesaian pegawai honorer, Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) menggelar istigasah dan doa bersama, di Masjid Raya Al-Bantani, pada Jumat (24/6/2022).

Ratusan tenaga honorer itu mendoakan agar persoalan honorer menjadi prioritas diangkat sebagai CPNS atau PPPK.

Baca juga: Gelar Unjuk Rasa, Ratusan Tenaga Kesehatan Honorer Minta Pemerintah Tambah Kuota PPPK

Di tengah-tengah para peserta aksi, Pj Sekda Provinsi M Tranggono tampak hadir dan ikut berdoa bersama.

Ketua Umum Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) Taufik Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama itu dilakukan dalam rangka bermunazat kepada Allah SWT.

"Saya selaku ketua umum, tetap berupaya beserta jajaran dan juga rekan-rekan non ASN untuk memperjuangan nasib kita ke depan," ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Dirinya berharap, bahwa dengan digelarnya kegiatan tersebut, dapat memberikan jalan kemudahan untuk Pemprov Banten mengatasi persoalan yang dihadapi para honorer.

Sementara Pj Sekda Provinsi Banten, M. Tranggono mengatakan, bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya.

"Kalau kita sebagai seorang muslim, itu percaya takdir," katanya.

Baca juga: Pemerintah Kota Bogor Minta Perpanjangan Waktu Penghapusan Tenaga Honorer

Sebagai umat muslim, kata dia, mati, jodoh, hidup, rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT.

Namun yang jadi pertanyaannya, lanjut Tranggono, apakah bisa diubah takdir yang Allah berikan?.

"Kita bisa merubahnya dengan doa, Alhamdulillah temen-temen sudah sadar dengan doa bersama" katanya.

Baca juga: 20 Tahun Jadi Guru Honorer, Ela Menangis Saat Menerima SK PPPK

Namun, katanya, untuk dzikir dan doa bersama saja tiduk cukup, jika dilakukan sekali.

Dirinya mengajak, para tenaga honorer agar terus berdoa setiap hari, siang dan malam setiap salat lima waktu.

"Ini masih satu setengah tahun lagi. Saya sampaikan, bahwa kita tetap dorong pusat untuk mempertimbangkan lagi kebijakannya," tukasnya.

Penulis: Ahmad Tajudin

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Kala Tenaga Honorer di Banten Gelar Istighosah dan Doa Bersama: Seorang Muslim Itu Percaya Takdir!

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas