Tribun

Rugi Miliaran Rupiah, Korban Investasi Madu Geruduk dan Bentangkan Spanduk di Polres Kediri Kota 

1,5 tahun lebih kasus penggelapan bermodus investasi madu klanceng di Kota Kediri dilaporkan tapi tidak ada progres, puluhan korban protes.  

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Rugi Miliaran Rupiah, Korban Investasi Madu Geruduk dan Bentangkan Spanduk di Polres Kediri Kota 
Kolase Tribunnews/Surya.com
Puluhan korban kasus penggelapan bermodus investasi madu klanceng di Kota Kediri menggeruduk Polres Kediri Kota, Senin (4/7/2022) karena merasa penyidik lamban mengusut kasus yang sudah dilaporkan 1,5 tahun lalu.  

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Puluhan korban kasus penggelapan bermodus investasi madu klanceng di Kota Kediri menggeruduk  Polres Kediri Kota, Senin (4/7/2022).

Ini karena korban kasus penggelapan bermodus investasi madu klanceng merasa kinerja penyidik Polres Kediri kota sangat lambat.

Sudah 1,5 tahun lebih kasus penggelapan bermodus investasi madu klanceng di Kota Kediri dilaporkan tapi tidak ada progres. 

Para korban yang kehilangan dana sampai miliran mulai tidak sabar dengan lambannya kinerja Polres Kediri Kota hingga mereka mendatangi Polres Kediri Kota pada  Senin (4/7/2022).

Ada puluhan orang korban Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) selaku penghimpun dana itu sempat bersitegang, karena polisi tidak mengizinkan mereka masuk ke polses untuk audensi.

Karena berang, mereka pun menggelar spanduk dan poster di depan pintu masuk Polres Kediri Kota.

Mereka tidak mau hanya dibatasi 10 orang sebagai perwakilan yang diizinkan masuk.

Malahan massa sempat menggelar spanduk di tengah Jalan KDP Slamet sehingga arus lalu lintas di depan polres yang padat sempat macet.

Sejumlah poster yang digelar di antaranya bertuliskan 'Keluarga Besar Korban Koperasi NMSI Bangkit Melawan Mafia Koperasi', 'Pak Polisi Tolong Tangkap dan Usut Tuntas.'

Koperasi NMSI merupakan Koperasi Madu Klanceng yang telah mengakibatkan kerugian sekitar 8.500 anggotanya.

Dan diperkirakan total kerugian mencapai Rp 1 triliun karena dana yang dihimpun dari ribuan anggota, diduga dibawa kabur Ketua NMSI.

Mereka juga menggelar spanduk berisi foto Ketua Koperasi NMSI, Cristian Anton Handrianto yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polres Kediri Kota.

Karena itu para korban sempat emosi karena petugas membatasi perwakilan yang diperbolehkan mengikuti dialog.

Baca juga: Mantan TKW di Kebumen Raup Rp 200 Miliar dari Investasi Abal-Abal, Begini Modusnya

Waka Polres Kediri Kota, Kompol Teguh sempat menemui perwakilan korban di pintu masuk polres untuk meredam gejolak para korban.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas